Omzet Jutaan Rupiah, Pemuda Bengkulu Ini Beri Tips Cara Budidaya Jamur Tiram
Pemuda asal Bengkulu ini sukses budidaya jamur tiram sejak tahun 2020 lalu. Saat ini, omzet yang ia dapat mencapai jutaan rupiah.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemuda asal Bengkulu ini sukses budidaya jamur tiram sejak tahun 2020 lalu. Saat ini, omzet yang ia dapat mencapai jutaan rupiah.
Hernandes Ade Putra, yang biasa disapa Andes menceritakan awal mula ia memberanikan diri untuk menjadi entrepreneur jamur tiram. Yang dalam sehari bisa menghasilkan jamur tiram 2 hingga 6 kg.
"Awalnya saat pandemi COVID-19 kita sulit ekonomi, jadi dengan modal seadanya, kami mulai budidaya jamur tiram," kata Andes, Minggu (18/9/2022).
Dlam sehari budidaya jamur tiram miliknya bisa menghasilkan 2 hingga 6 kg. Satu kilogram nya dibanderol dengan harga Rp 20 ribu.
Sehingga jika diakumulasikan ia bisa memperoleh Rp 3.600.000 jika rata rata perhari mendapatkan 6 kg. Namun jika dirata rata sehari dapat 2 kg, maka sebulan ia mendapat omzet Rp 1,2 juta.
"Tiap pagi panennya, minimal 2-4 kg sehari. Satu kg Rp 20 ribu. 60.000 x 30 hari sekitar Rp 1,8 jt untuk 500 baglog disini, " jelas Andes.
Awal mulai budidaya, Andes memiliki 1000 baglog, namun dikarenakan cuaca panas dan kesibukannya sebagai pegawai swasta, menyebabkan 500 baglog jamur tiram mati.
"Kini cuma ada 500 baglog. Jamur ini harus dielus nian (perawatan maksimal, red) kalo tidak mati, layu," terang andes,
Andes pun berbagi tips cara membudidayakan jamur tiram di Kota Bengkulu. Dimulai dengan pembuatan baglog.
Baglog ini terbuat dari, sekam/ serbuk/ bekatul kayu, sekam padi, dimasukkan ke dalam plastik bening yang kemudian ditutup dengan cincin baglog, sebagai tempat jamurnya keluar.
"Lalu dikukus selama 8 jam, setelah itu didinginkan 2 hari. Kemudian, masukan misilium/ bibit jamur ke baglog yang sudah dingin," kata Andes.
Setelah, baglog yang sudah dikukus ditutup lagi dan ditunggu selama 40 hari. Setelah masa 40 hari itu, jamur tiram ini mulai tumbuh dan mulai keluar tunas dari baglog. Minggu pertama, siap panen baru sebanyak 2 kg.
"Kemudian, selama seminggu kemudian bertambah jadi 4 kg, lalu masuk minggu selanjutnya menghasilkan 6 kg pernah hari. Dan setelah minggu tersebut, drop lagi hanya sekitar 2 - 3 kg," ujar Andes.
Awal ia memiliki ide budidaya jamur tiram ini, dimulai pada tahun 2020, dapat pelatihan dari BM PAN Rejang Lebong. Ia pun memulai memberanikan diri untuk mencoba usaha budidaya jamur tiram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pembudidaya-Jamur-Tiram-Bengkulu.jpg)