Pembunuhan Brigadir Yosua

Tak Ditahan Polisi, Kamaruddin Simanjuntak Minta Jaksa Agung Berani Tahan Putri Candrawathi

Putri Candrawthi tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dtak ditahan polisi.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Putri Candrawthi tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dtak ditahan polisi.

Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J berharap Kejaksaan Agung berani menahan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo tersebut.

Pasalnya, kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, akan segera ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Seperti diketahui, di antara para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, hanya Putri Candrawati yang hingga kini belum ditahan.

Baca juga: Polri Sebut 3 Kapolda Tak Telibat Kasus Brigadir J, Bagaimana Eks Penasihat Kapolri Fahmi Alamsyah?

Kamaruddin mengatakan Jaksa Agung belum menerima 'DOA' dari tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

"Harapan kami Jaksa Agung akan berani menahan (Putri Candrawathi), karena kita anggap dia belum menerima 'doa'," kata Kamaruddin dalam keterangannya dikutip dari Kompas TV, Senin (26/9/2022).

Adapun doa yang dimaksud Kamaruddin ialah singkatan dari Dorongan Amplop atau suap.

Lebih lanjut, dia menduga tak kunjung ditahannya istri Irjen Ferdy Sambo ini karena ada sandera-menyandera dibaliknya.

"Istrinya Sambo (Putri) harusnya sudah ditangkap ditahan, tapi karena ada pertimbangan lain. Mungkin mereka saling sandera menyandera. Diduga istrinya itu dibikin seperti bargaining position (tawar-menawar),” ujarnya.

“Mungkin kalau dia ditahan, maka akan menyerempet kepada yang lain."

Kuasa hukum Sebut Ferdy Sambo Powerfull dan Banyak Uang

Lebih lanjut Kamaruddin menyebutkan, kekuatan dan kewenangan yang dimiliki Ferdy Sambo cukup besar.

Ferdy Sambo bahkan kabarnya bisa mempergunakan kewenangannya untuk mengendalikan lembaga lain.

Dalam hal ini, terbukti banyak oknum polisi lain yang juga ikut terseret kasus pembunuhan berencana ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved