Sabtu, 18 April 2026

Audiensi Bahas Nasib Guru Honorer Bengkulu Lulus Passing Grade Gagal Lagi, Guru: Masih di-PHP

Audiensi guru honorer lulus Passing Grade tes PPPK 2021 Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan hari ini, Rabu (26/10/2022) kembali gagal.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat saat bertemu dengan perwakilan guru honorer lulus passing grade tes PPPK 2021, Rabu (26/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Audiensi guru honorer lulus Passing Grade (PG) tes Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan hari ini, Rabu (26/10/2022) kembali gagal.

Sama seperti hari sebelumnya, perwakilan guru honorer lulus passing kembali harus menelan kekecewaan karena kepastian pengangkatan 524 guru honorer yang lulus passing grade tak kunjung dapat terealisasi.

"Rencananya kan hari ini, jam 10.00 WIB pagi kita bisa berkonsultasi dengan Kadis Dikbud Provinsi, tapi tadi kan ada acara, yang baru selesai zuhur. Tapi ya gak jadi audiensinya ya karena alasan Kepala BKD dan Kepala BPKD lagi DL (Dinas luar, red)," ungkap Ketua Persatuan Guru Lulus Passing Grade Provinsi Bengkulu, Yuniana, Rabu sore (26/10/2022).

Ia menjelaskan mereka sudah berulang kali datang ke kantor Pemprov Bengkulu untuk mencari kepastian nasib pengangkatan.

Namun, bagaikan bola yang di lempar sana sini. Sehingga mereka tidak tahu harus mengadu kemana lagi.

"Kita bukan satu dua kali lo, datang ke sini untuk cari kepastian. Kita juga seperti dilempar sana sini, dari dinas dikbud, disuruh ke BKD. Lalu di BKD itu di suruh ke dikbud, sampai hari ini juga masih di PHP," sesalnya.

Bukan ada niatan lain, kata Yuniana, atas kedatangan persatuan guru honorer yang lulus passing grade PPPK 2021.

Namun, hanya ingin kepastian akan nasib karir mereka. Apalagi, bukan perkara mudah untuk datang ke Kota Bengkulu.

Banyak dari mereka yang berdomisili di luar kota. Misalnya Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, hingga Kaur.

"Kita minta kepastian saja, jangan di PHP. Ini kawan-kawan jangan digantung, banyak yang mengabdikan puluhan tahun. Bahkan ada pak Hasyim, yang 6 bulan lagi pensiun," ucap Yuniana.

Dia pun sebenarnya berat untuk lama tinggal di Kota Bengkulu. Pasalnya Yuniana sebagai guru yang mengajar di Bengkulu Utara terpaksa harus meninggalkan murid-muridnya.

"Ya karena ini, untuk perjuangan nasib kami. Mau tidak mau ya harus dilakukan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat, yang siang tadi sempat menemui perwakilan guru honorer yang lulus PG PPPK 2021, tidak dapat berkomentar banyak terkait kepastian pengangkatan guru honorer lulus passing grade tes PPPK.

Hal ini harus diputuskan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu. Namun, hari ini dua pimpinan badan tersebut, masih melakukan perjalanan dinas luar kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved