Minggu, 12 April 2026

Pemira Presma Unib Ricuh

Sesalkan Pemilihan Presma Unib Ricuh, Paslon Nomor 1 Minta KPU KBM Bertindak Tegas

Paslon nomor urut 1 menyayangkan hal ini bisa terjadi. Kericuhan ini juga dinilai menodai demokrasi di dalam kampus.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tangkapan layar video
Tangkapan layar video kericuhan Pemira Presma Unib. Paslon nomor 1 angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi di tengah penghitungan suara pada Kamis (16/2/2023). 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kericuhan saat Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu (Unib) pada Kamis 16 Februari 2023 lalu disayangkan oleh capres dari pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Arca Wijaya.

Kericuhan ini terjadi di tengah proses penghitungan surat suara, dan paslon nomor urut 1 telah unggul di 4 fakultas yang dihitung, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

"Belum ada penetapan dari KPU, tapi dari penghitungan 4 fakultas, kami mendapatkan suara 1,093 suara, dan paslon nomor urut 2 mendapatkan 843 suara," kata Arca kepada TribunBengkulu.com, Senin (20/2/2023).

Atas terjadinya kericuhan, paslon nomor urut 1 menyayangkan hal ini bisa terjadi. Kericuhan ini juga dinilai menodai demokrasi di dalam kampus.

KPU KBM Unib juga diminta untuk mengambil tindakan tegas agar permasalahan ini tidak sampai berlarut-larut.

Pelaku kericuhan juga diminta segera ditindak, baik secara aturan kampus, dan ranah hukum lainnya.

Kemudian, terkait rencana paslon nomor urut 2 yang akan melaporkan paslon nomor urut 1 ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, Arca mempersilahkan.

"Itu hak, silahkan. Kami merilis sesuai fakta dan alat bukti," ungkap dia.

Paslon 2 Akan Lapor Polisi

Capres paslon nomor urut 2, Lanai Damkuba merasa pihaknya dirugikan oleh kronologis kejadian yang dirilis oleh paslon nomor urut 1.

Dalam rilis itu, paslon nomor urut 1 dinilai menyudutkan pihaknya sebagai pihak yang bertanggungjawab terjadinya kericuhan.

"Menuduhkan massa tersebut adalah massa pendukung dari paslon 2. Ini kan belum terbukti kebenarannya. Kami merasa dirugikan," kata Lanai kepada TribunBengkulu.com, Senin (20/2/2023).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved