Kamis, 30 April 2026

Pemira Presma Unib Ricuh

Sesalkan Pemilihan Presma Unib Ricuh, Paslon Nomor 1 Minta KPU KBM Bertindak Tegas

Paslon nomor urut 1 menyayangkan hal ini bisa terjadi. Kericuhan ini juga dinilai menodai demokrasi di dalam kampus.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tangkapan layar video
Tangkapan layar video kericuhan Pemira Presma Unib. Paslon nomor 1 angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi di tengah penghitungan suara pada Kamis (16/2/2023). 

Karena merasa nama baik pihaknya dicemarkan, paslon nomor urut 2 akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

"Laporannya pencemaran nama baik," kata Lanai.

Paslon nomor urut 2 juga menegaskan tidak mengetahui pihak-pihak yang menyebabkan kericuhan ini. Dalam kericuhan, baik saksi atau tim paslon nomor urut 2 tidak terlibat.

"Di luar dari itu, bukan tanggungjawab paslon," tambahnya.

Selain pencemaran nama baik, paslon nomor urut 2 juga merasa dirugikan dari penghitungan surat suara.

Saat perhitungan surat suara, baru 4 4 fakultas yang telah dihitung, yakni Fakultas Pertanian, FISIP, Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum. Sementara, 4 fakultas lain, yakni FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA belum dihitung, dan surat suara dirusak serta dilarikan saat kericuhan.

Menurutnya, 3 fakultas, yakni FKIP, Teknik, dan Kedokteran disebut merupakan basis pendukung dari paslon nomor urut 2, dan telah menyatakan dukungan penuh terhadap paslon nomor urut 2.

"Jadi, sebenarnya kami dirugikan dengan insiden itu. Kami sangat mengecam kericuhan ini, apalagi pengambilan kotak suara. Apalagi pengambilan kotak suara pendukung kami," ungkap Lanai.

Baca juga: Pemilihan Presma Unib Ricuh, Massa Lempar Petasan hingga Rebut Kotak Suara

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved