Kamis, 9 April 2026

Pemira Presma Unib Ricuh

Ricuh Pemilihan Presma Unib, Paslon Nomor Urut 2 Surati KPU Minta Kejelasan Pascarusuh

Belum ada keterangan dari KPU, apakah akan ada pencoblosan ulang di 4 fakultas ini, atau akan menetapkan hasil pemira berdasarkan 4 fakultas.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tangkapan layar video
Kericuhan Pemira Presma Unib. Setelah kerusuhan di tengah penghitungan suara, paslon masih menunggu kejelasan dari KPU KBM Unib. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pascakericuhan saat Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu (Unib) pada Kamis 16 Februari 2023, pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Lanai Damkuba mengatakan tidak ada lagi keterangan apapun dari KPU KBM Unib.

Termasuk, soal surat suara dari 4 fakultas, yakni FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA yang diambil oleh perusuh saat kericuhan.

Belum ada keterangan dari KPU, apakah akan ada pencoblosan ulang di 4 fakultas ini, atau akan menetapkan hasil pemira berdasarkan 4 fakultas yang sebelumnya telah dihitung.

"KPU tidak memberikan keterangan apapun, segala bentuk tindakan yang dilakukan pascakerusuhan tidak dikoordinasikan dengan paslon," kata Lanai kepada TribunBengkulu.com, Selasa (21/2/2023).

Lanai sendiri mengatakan pihaknya akan menyurati KPU KBM Unib, dan meminta forum terbuka untuk menyelesaikan masalah ini.

Baru 4 Fakultas yang Dihitung

Kericuhan ini terjadi di tengah proses penghitungan surat suara dari 4 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Namun, kemudian terjadi kericuhan saat massa berjumlah 100 orang masuk ke gedung tempat penghitungan.

Dalam kericuhan, surat suara dari 4 fakultas, FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA berhasil diambil perusuh.

Paslon 2 Bakal Lapor Polisi

Capres paslon nomor urut 2, Lanai Damkuba merasa pihaknya dirugikan oleh kronologis kejadian yang dirilis oleh paslon nomor urut 1.

Dalam rilis itu, paslon nomor urut 1 dinilai menyudutkan pihaknya sebagai pihak yang bertanggungjawab terjadinya kericuhan.

"Menuduhkan massa tersebut adalah massa pendukung dari paslon 2. Ini kan belum terbukti kebenarannya. Kami merasa dirugikan," kata Lanai kepada TribunBengkulu.com, Senin (20/2/2023).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved