Pemira Presma Unib Ricuh
Ricuh Pemilihan Presma Unib, Paslon Nomor Urut 2 Surati KPU Minta Kejelasan Pascarusuh
Belum ada keterangan dari KPU, apakah akan ada pencoblosan ulang di 4 fakultas ini, atau akan menetapkan hasil pemira berdasarkan 4 fakultas.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Karena merasa nama baik pihaknya dicemarkan, paslon nomor urut 2 akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.
"Laporannya pencemaran nama baik," kata Lanai.
Paslon nomor urut 2 juga menegaskan tidak mengetahui pihak-pihak yang menyebabkan kericuhan ini. Dalam kericuhan, baik saksi atau tim paslon nomor urut 2 tidak terlibat.
"Di luar dari itu, bukan tanggungjawab paslon," tambahnya.
Selain pencemaran nama baik, paslon nomor urut 2 juga merasa dirugikan dari penghitungan surat suara.
Saat perhitungan surat suara, baru 4 4 fakultas yang telah dihitung, yakni Fakultas Pertanian, FISIP, Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum.
Sementara, 4 fakultas lain, yakni FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA belum dihitung, dan surat suara dirusak serta dilarikan saat kericuhan.
3 fakultas, yakni FKIP, Teknik, dan Kedokteran disebut merupakan basis pendukung dari paslon nomor urut 2, dan telah menyatakan dukungan penuh terhadap paslon nomor urut 2.
"Jadi, sebenarnya kami dirugikan dengan insiden itu. Kami sangat mengecam kericuhan ini, apalagi pengambilan kotak suara. Apalagi pengambilan kotak suara pendukung kami," ungkap Lanai.
Baca juga: Pemilihan Presma Unib Ricuh, Massa Lempar Petasan hingga Rebut Kotak Suara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kericuhan-Pemira-Presma-Unib.jpg)