Program Replanting Sawit di Desa Sukasari Seluma Bengkulu Diprotes, Ini Penyebabnya
Program Replanting di Desa Sukasari Seluma Bengkulu, Diprotes Anggota. Ini Penyebabnya!!
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Program replanting Kelompok Tani Tetanam Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu diprotes oleh anggota.
Protes ini lantaran tidak ada ketransparanan pengurus terhadap pengelolaan keuangan yang tidak pernah dilakukan musyawarah anggota terhadap program yang akan dilaksanakan.
"Tidak ada rapat anggota yang dilakukan pengurus, terhadap program yang akan dilaksanakan di kegiatan replanting ini," kata Toyib Sudaryono (53) salah seorang anggota replanting kepada Tribunbengkulu.com, Rabu (1/3/2023).
Diceritakan Toyib, ada lima program yang dilaksanakan dalam replanting kebun kelapa sawit di Desa Sukasari ini.
Lima program tersebut yakni pematangan lahan, pengangkutan bibit, pemagaran, penanaman dan pemeliharaan.
Lima program ini semua ditiadakan, diganti dengan pembelian pupuk selama tiga tahun.
Baca juga: DPRD Seluma Bengkulu Warning TAPD Tak Kurangi Anggaran Pembangunan di Dinas PUPR
"Padahal di RAB jelas semua ada anggarannya. Tapi tanpa ada rapat, semua dirubah oleh pengurus. Anggaran tersebut semua dibelikan pupuk untuk tiga tahun. Kami tidak terima ini," jelasnya.
Lanjutnya akibat perubahan tanpa musyawarah atau rapat ini, masih banyak lahan yang belum tertanami.
Padahal lahan tersebut telah diratakan, sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan.
"Mungkin lebih dari lima hektar lahan yang belum ditanami ini. Termasuk lahan saya masih ada seperempat hektar lagi," katanya.
Senada juga disampaikan oleh Sukis (43), di dalam RAB semua kegiatan telah dianggarkan, seperti di pematangan lahan per hektarnya dianggarkan Rp 1,5 juta.
Pematangan lahan ini meliputi pembuatan lobang tanam,pengajiran, langsir bibit dan penanaman.
"Semua ini dihilangkan, diganti dengan pembelian pupuk untuk tiga tahun tersebut," terangnya.
Termasuk biaya pemagaran ucapnya sebelumnya ada anggaran yang dialokasikan.
Namun di perjalanannya pemagaran ini tidak dilaksanakan, padahal ini prioritas karena banyak ternak Sapi warga yang mengganggu.
"Pagar sekarang sudah ada, tapi biaya sendiri. Termasuk biaya tanam semua mandiri," ungkapnya.
Sampai saat ini tambah Sukis, anggota belum menerima rincian alokasi anggaran yang diterima oleh anggota sebesar Rp 30 juta per hektar tersebut.
Walaupun ada hanya sebagian, sehingga terkesan pengelolan anggaran ini tertutup oleh pengurus.
"Kami tidak ingin mempermasalahkan jika semua telah baik. Apa yang kami sampaikan ini, inilah yang kami alami di lapangan," sampai Sukis.
Terkait pembelian pupuk sambungnya juga tidak ada penjelasan atau rincian disampaikan ke anggota.
"Termasuk anggaran pembuatan Siring. Di RAB ada pembuatan Siring sepanjang 2 Kilometer, tapi tidak tahu dibuat dimana Siring itu yang jelas kami kalau mau buat Siring harus bayar Rp 5 Ribu," beber Sukis.
Untuk diketahui anggaran yang dialokasikan untuk program Replanting di Desa Sukasari ini sebesar Rp 2,5 Miliar.
Dari anggaran tersebut, saat ini tersisa saldo sebesar Rp 17,9 juta di Bank Syari'ah Indonesia (BSI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Relpanting-Sukasari-seluma.jpg)