Apa Itu Tes Wartegg, Pengertian, Contoh Tujuannya Serta Cara Mengerjakannya
Tes Wartegg merupakan salah satu tes yang digunakan bagi calon anggota Polri, sekolah kedinasan atau IPDN hingga penerimaan kerja.
Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
Dari bentuk yang ada Anda harus melanjutkan gambar dengan sempurna untuk menjadi gambar yang sesuai dengan interpretasi Anda.
Saat menggambar di atas kotak, pastikan terlebih dahulu konsep menggambarnya sudah matang dan Anda tahu apa yang harus digambar.
Karena Anda tidak diperbolehkan menghapus dan menggambar ulang. Sangat disarankan agar Anda menggambar dengan pensil HB.
- Tuliskan urutan gambar mana yang paling cepat selesai
- Anda diharapkan menuliskan nomor urut yang sesuai dengan gambar yang dapat diselesaikan dengan cepat di luar kotak hitam.
- Tuliskan gambar mana yang paling mudah dan paling sulit
- Anda juga harus menuliskan gambar mana yang paling Anda suka dan tidak suka dengan penjelasan atau alasannya
- Dalam tes Wartegg tidak ada yang benar atau salah dan tidak ada batasan waktu yang ditentukan.
- Sedikit tips cara melakukan tes wartegg, sebaiknya anda memiliki konsep gambar yang jelas terlebih dahulu agar dapat menghasilkan gambar yang maksimal.
Teori dalam Tes Wartegg dan Manfaat
Dalam tes ini tidak ada yang salah dan benar, lalu bagaimana penilaiannya?
Untuk penilaiannya, tes ini menggunakan teori gestalt yang menurutnya manusia cenderung melihat suatu objek sebagai sekumpulan elemen yang dianggap serupa, mengenali pola dan menyederhanakan imajinasi yang sebenarnya kompleks.
Setidaknya ada empat fungsi dasar kepribadian yang direfleksikan melalui tes Wartegg, antara lain:
1. Imajinasi
Fungsi dasar imajinasi dibagi menjadi dua aspek kepribadian, yaitu:
Kreatif
Individu biasanya lebih menyukai hal-hal abstrak atau simbol filosofis atau emosional.
Menggabungkan : adalah individu yang akan mengambil materi dari sekelilingnya kemudian diorganisasikan dan menghasilkan materi atau bentuk yang sesuai dengan dunia luar.
2. Akal
Ada dua aspek yang mencerminkan intelek, yaitu:
Spekulatif
Individu yang lebih menekankan pada teori daripada fakta.
Praktis
Individu yang lebih menekankan pada fakta, penalaran induktif, dan hal-hal konkrit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/nhmjkk.jpg)