Viral di Media Sosial
Waspada Penipuan Lewat Instagram Ngaku Agensi Model di Bengkulu, Begini Modusnya!
Waspada Modus Penipuan Lewat Instagram Ngaku Agensi Model di Bengkulu, Begini Modusnya!
Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Masyarakat Provinsi Bengkulu harus waspada dengan modus penipuan lewat Instagram, mengaku agensi model yang belakangan mulai marak di Bengkulu.
Belakangan beberapa anak muda di Bengkulu dihebohkan dengan adanya direct message (DM), dari seseorang yang mengaku sebagai agen modeling yang ada di Bengkulu.
Pelaku mengaku bahwa dirinya adalah salah satu agen dari sebuah platform belanja mode yang cukup terkenal di Indonesia.
Diceritakan salah satu korban, Vi (23) yang merupakan salah satu warga Kota Bengkulu mengaku, pertama-tama pelaku akan chat DM di Instagram.
Pelaku memperkenalkan diri sebagai CO Owner di salah satu brand platform belanja yang cukup terkenal di Indonesia.
Setelah itu, pelaku akan langsung menanyai korban, apakah menyukai aktivitas sebagai model atau tidak.
Setelah korban mengakui bahwa dirinya menyukai aktivitas tersebut, pelaku akan langsung menawarkan korban untuk menjadi foto model, di sebuah katalog salah satu brand paltform belanja yang cukup terkenal tersebut.
Bahkan dalam percakapan tersebut, pelaku juga sudah menanyai korban, terkait tarif/biaya yang diinginkan korban untuk satu kali pemotretan.
"Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah tante dari salah satu teman saya, itu juga membuat saya awalnya percaya, dan meladeni DM dari dia," ungkap korban.
Selayaknya profesional, pelaku juga menanyai apa saja pengalaman korban dalam dunia model/pemotretan, lalu pelaku akan meminta nomor kontak korban.
Barulah setelah itu pelaku mengirimkan teks biodata kepada korban untuk diisi sesuai dengan format yang sudah dibuat oleh pelaku.
Pelaku juga meminta foto kopi KTP milik korban untuk dapat segera dikirimkan kepada pelaku.
Usai menanyakan beberapa hal tersebut, barulah pelaku mulai beraksi dengan mengatakan bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh korban.
Diantaranya seperti mengirimkan foto tanpa busana, tes psikolog secara online, dan terakhir dilanjutkan dengan interview secara offline di salah satu Universitas yang ada di Kota Bengkulu.
Selanjutnya pelaku akan chat WhatsApp kepada korban, dengan mengaku-ngaku sebagai teman korban yang baru saja mengganti nomor kontak.
Selanjutnya dalam chat WhatsApp tersebut, pelaku akan berusaha meyakinkan korban bahwa yang sebelumnya chat melalui DM Instagram adalah saudaranya, yang merupakan seorang agensi model.
Namun karena korban merasa curiga dengan chat tersebut, akhirnya korban sudah tidak meladeni lagi chat dari penipu tersebut.
"Dari situlah saya mulai curiga, kok ada tes model ada yang disuru tanpa busana. Lalu kemudian saya tanyakan kepada teman saya, ternyata teman saya bilang dia tidak pernah ganti nomer, dan itu adalah penipu. Dari situ kemudian nomornya saya blok," kata korban.
Korban juga belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, karena belum ada kerugian yang dialami.
Namun menurut korban dengan adanya modus kejahatan tersebut ia berharap agar pihak kepolisian dapat segera bergerak menelusuri pelaku penipuan tersebut.
Karena ada kecurigaan bahwa kegiatan penipuan tersebut adalah modus awal untuk melakukan tindak pidana pemerasan.
"Saya dan teman-teman saya saja sudah ada sekitar 9 orang yang mendapat chat yang sama. Nampaknya dia mengincar korbannya itu perempuan, dan yang followersnya sudah cukup banyak," kata korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Vi-korban-di-Instagram.jpg)