Kades di Blora Hilang Misterius
Kades Rumidi di Blora yang Hilang 2 Bulan Secara Misterius, Ternyata Tersangkut Kasus Tipikor
Aparat penegak hukum (APH) mulai mengusut hilangnya Rumidi selaku Kepala Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.
TRIBUNBENGKULU.COM - Menghilangnya Rumidi Kepala desa (kades) Ngeblur Kabupaten Blora ini ternyata ada kaitannya dengan beberapa kasus mangkraknya proyek pembangunan yang menggunakan dana desa maupun kabupaten.
Dia disebut-sebut melarikan diri dengan membawa tanggungan yang cukup banyak.
Aparat penegak hukum (APH) mulai mengusut hilangnya Rumidi selaku Kepala Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.
Dia sudah dua bulan lamanya absen menjalankan tugas.
Hilangnya Rumidi telah menjadi perhatian publik karena ada kaitannya dengan sejumlah proyek yang mangkrak ataupun anggaran Dana Desa yang digondol pergi.
Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Jatmiko menerangkan, pihaknya tengah mengusut dugaan adanya tindak pidana korupsi (tipikor) yang diduga dilakukan oleh Rumidi.
"Kami baru klarifikasi beberapa perangkat desa yang baru dan yang lama, atau baru sebatas pengumpulan data dan bahan keterangan," ucap Jatmiko seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (23/8/2023).
Meskipun tengah mengusut dugaan tipikor, namun pihaknya belum bersedia menjelaskan secara detail total kerugian yang dilakukan oleh Rumidi.
"Kami berharap Kades segera sadar dan kembali ke Blora untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan," terang dia.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati membenarkan permasalahan yang sedang menimpa Desa Nglebur telah diusut oleh aparat penegak hukum.
"Yang dibawa Rumidi pokoknya banyak. Kalau soal itu angkanya ada di Inspektorat Kabupaten Blora. Kemudian saat ini juga sudah ditangani APH baik Polres Blora maupun Kejari Blora," terang dia.
Baca juga: Kades di Blora Hilang Secara Misterius Sejak 2 Bulan Lalu, Sempat Pamit Ke Istri Ingin Berobat
Pihaknya juga tidak akan mencampuri urusan APH dalam mengusut persoalan tersebut.
"Biarkan itu menjadi ranah tipikor, ranah pidana, tapi yang penting anggaran bisa kami selamatkan," jelas dia.
Yayuk menuturkan, pihaknya masih terus mengupayakan agar pemerintahan Desa Nglebur dapat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Bisanya ya itu Dana Desa tahap dua harus cair."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kolase-Ilustrasi-Orang-Hilang-dan-Kades-Rumidi.jpg)