Senin, 27 April 2026

Harimau Muncul di Bengkulu Utara

Harimau Muncul di Perkebunan Warga Bengkulu Utara, BKSDA Imbau Jangan Lepas Liarkan Hewan Ternak

Kepala Seksi Wilayah I Curup BKSDA Bengkulu Said Jauhari mengatakan, pihaknya bersama dengan warga telah melakukan pengusiran terhadap harimau.

Penulis: Abdurrahman Wachid | Editor: Yunike Karolina
Ho TribunBengkulu.com/BKSDA
Harimau Sumatera muncul di perkebunan warga Desa Batu Raja Rejang Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Petugas BKSDA bersama dengan warga telah melakukan pengusiran terhadap harimau. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Abdurrahman Wachid

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengingatkan warga tak melepasliarkan hewan ternak usai kemunculan harimau di perkebunan warga Kabupaten Bengkulu Utara pada Minggu malam (10/11/2023).

Kepala Seksi Wilayah I Curup BKSDA Bengkulu Said Jauhari mengatakan, pihaknya bersama dengan warga telah melakukan pengusiran terhadap harimau Sumatera yang muncul di perkebunan warga.

"Kita upayakan langkah-langkah pengusiran agar Harimau Sumatera ini kembali ke habitatnya," kata Said kepada TribunBengkulu.com melalui pesan WhatsApp.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap tenang. Tidak membiarkan hewan ternaknya berkeliaran atau diikatkan di kebun yang rawan akan munculnya si raja hutan ini.

"Bagi masyarakat yang beternak kita imbau untuk mengandangkan ternaknya," imbuh Said.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, warga Desa Batu Raja Rejang Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara khususnya yang berkebun di area Dusun 3 digegerkan dengan kemunculan harimau.

Tidak hanya muncul di perkebunan warga namun harimau juga memakan induk sapi. 

Peristiwa harimau mangsa ternak itu diperkirakan terjadi pada hari Minggu (10/9/2023) malam, di kebun warga yang memang cukup jauh dari pemukiman. 

Berdasarkan cerita warga Rizal, kejadian tersebut baru diketahui pada saat pemilik sapi yaitu Sanit pergi ke kebun untuk melihat sapinya yang ia ikat di salah satu pohon di kebunnya pada Senin pagi (11/9/2023). 

"Saat pak Sanit itu mau memindahkan sapinya yang biasa ia ikat di area kebun, ternyata satu ekor induk sapinya tergeletak dalam keadaan tak bernyawa dan ada beberapa bekas gigitan di bagian paha belakang dan dada depan," cerita Rizal kepada TribunBengkulu.com, Selasa (12/9/2023). 

Ia juga mengatakan, ada 5 ekor sapi di perkebunan Sanit. 1 ekor yang merupakan induknya diikatkan di salah satu pohon sedangkan 4 lainnya sengaja tidak diikat. 

"Jadi, yang 4 ekor tidak diikat itu bisa kabur sedangkan sang induknya tersebut ternyata harus tewas lantaran tidak bisa melarikan diri," kata Rizal. 

Ditakutkan akan membusuk, maka warga sekitar memutuskan untuk mengubur sapi yang telah mati tersebut. 

Dua Sapi Dimangsa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved