16 Begal di Bengkulu Ditangkap
Pelajar yang Terlibat Aksi Begal di Bengkulu Tidak Dikeluarkan dari Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu Saidiriman memastikan pelajar di Bengkulu yang menjadi terduga pelaku begal, tida
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Saidiriman memastikan pelajar di Bengkulu yang terlibat aksi begal tidak dikeluarkan dari sekolah.
"Tidak ada yang dikeluarkan, dan dari data ada 8 orang bukan 11 ya, dan ada satu siswa dinfokan bahwa siswa SMAN 1 tapi ternyata anak itu dikeluarkan sebelumnya, dan sekolah di Madrasah. Ada 4 sekolah dari 8 siswa," kata Saidirman, Senin (30/10/2023).
Selain, pihaknya juga terus melakukan pendekatan persuasif kepada orangtua siswa yang menjadi tersangka begal. Hal ini guna mengoptimalkan pencegahan hal serupa terulang kembali.
"Kami sudah panggil kepala sekolahnya, sudah kami rapatkan. Jadi saya minta kepada Kepala sekolah agar melakukan pendekatan kepada orangtua terlebih dahulu. Melakukan edukasi khusus, pembelajaran khusus dari siswa sehingga nanti siswa ini betul-betul bisa diawasi baik itu dari sekolah maupun tempat tinggal," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Tim gabungan Polresta Bengkulu mengamankan 16 terduga pelaku begal yang beraksi di Kota Bengkulu. Rata-rata masih anak bawah umur dan berstatus pelajar.
Setidaknya ada 8 orang remaja yang berstatus sebagai pelajar dari salah satu SMKN dan SMAN di Kota Bengkulu.
Sehingga menindaklanjuti hal ini, pihaknya melakukan rapat bersama 4 sekolah, terdiri dari 2 kepala SMAN, dan 2 kepala SMKN di Kota Bengkulu.
Baca juga: Gubernur Rohidin Minta Sekolah dan Orangtua Bina Pelajar Komplotan Begal di Bengkulu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Dikbud-Provinsi.jpg)