Wisata Bengkulu Utara
Wisata Air Terjun Lemo Nakai, Surga Tersembunyi hanya Berjarak 54 Km dari Kota Bengkulu
Lemo Nakai adalah salah satu tempat wisata air terjun di Kabupaten Bengkulu Utara yang telah dikenal dan langsung populer di tahun 2020.
Penulis: Abdurrahman Wachid | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Abdurrahman Wachid
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Lemo Nakai adalah salah satu tempat wisata air terjun di Kabupaten Bengkulu Utara yang telah dikenal dan langsung populer di tahun 2020.
Keindahan air terjun tersebut dilihat dari aspek air yang mengalir dari atas dinding samping sungai yang ditumbuhi rumput hijau yang bergelantung menempel di dinding baru sungai.
Warga sekitar juga menyebut air terjun tersebut dengan nama 'jurug hujan', air yang mengalir dari dinding tebing seperti air hujan.
Lokasi air terjun Lemo Nakai sendiri berada di Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara yang berjarak 54 Kilometer atau dapat ditempuh 1 jam 26 menit dengan roda 4 dari Kota Bengkulu.
Namun, para wisatawan harus berjuang untuk sampai di lokasi suatu tempat wisata alam harus memerlukan perjuangan dan kegigihan agar bisa mencapainya.
Ya, dari lokasi tempat parkir air terjun Lemo Nakai ini kalian perlu menempuh waktu 2 jam agar bisa melihat dan mengabadikan momen di area air terjun tersebut.
Tentu jalan tanah kian lincin menunggu wisawatan sekalian, binatang hutan seperti pacat serangga nyamuk menjadi rintangan tersendiri.
Elekusman, salah satu warga asal Kota Bengkulu yang sempat berkunjung ke lokasi tersebut mengungkapkan, sangat perlu perjuangan untuk ke lokasi air terjun Lemo Nakai tersebut, namun letihnya berjalan di jalan tanah yang lincin terbayarkan dengan keindahan dan kesegaran air terjun Lemo Nakai tersebut.
"Tempat wisatanya sangat bagus, airnya sangat jernih, seger banget buat mandi," ujar Elekusman.
Ia juga mengaku sangat terkesima dengan keindahan air terjun yang mengalir dari sisi sungai, mengalir deras bak air hujan.
"Pokoknya bagus sekali, ditambah rumput segar yang menempel di dinding sungai, sangat memperindah saat berfoto," terangnya.
Sementara itu, Madok salah satu warga desa Batu Raja R yang dahulu sempat menjadi penjaga parkir di tempat wisata air terjun Lemo Nakai tersebut mengaku, diawal diperkenalkannya air terjun tersebut ke publik, di tahun 2020, secara berbondong-bondong wisata banyak berdatangan.
Namun, tahun ketiga atau tahun 2023, setelah perkenalan tersebut pengunjung air terjun tersebut sangat sepi.
"Sangat sepi sekali, mas. Cuma waktu awal-awal dulu ia rame, tapi sekarang sangat sepi. Belum tentu satu bulan satu wisawatan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Air-terjun-Lemo-nakai.jpg)