Berita Bengkulu Tengah
Dua Strategi Dinas PMD Bengkulu Tengah Pacu Pemasaran Produk Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bengkulu Tengah terus menggalakkan peningkatan ekonomi masyarakat menggunakan berbagai cara.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bengkulu Tengah terus menggalakkan peningkatan ekonomi masyarakat menggunakan berbagai cara.
Salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi bersama pelaku, penggiat teknologi tepat guna (TTG) dan posyantek se Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2023.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMD Bengkulu Tengah Hendri Donal menyebut, salah satu tantangan terbesar dalam peningkatan ekonomi masyarakat adalah pemasaran produk yang telah dibuat oleh masyarakat.
Sehingga, untuk mengatasi hal tersebut, Dinas PMD Bengkulu Tengah telah menyusun dua strategi yang akan diterapkan dalam waktu dekat.
"Terkait pemasaran, pada tahun 2024 mendatang, kita akan menggunakan seluruh produk lokal dalam setiap kegiatan, seperti konsumsi, tempat dan hal lainnya," ujar Hendri Donal, usai membuka kegiatan Rakor TTG, Rabu (13/12/2023).
Selain itu, pihak Dinas PMD juga akan berkoordinasi dengan stakeholder Terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Bengkulu Tengah untuk pemasaran produk.
"Tupoksi Dinas PMD ini adalah pemberdayaan, meski begitu, kita akan tetap mengusahakan pemasaran produk dengan berkolaborasi bersama Disperindag," ungkap Hendri.
Sebelum itu, dikatakan Hendri Donal, merubah pemahaman masyarakat untuk lebih kreatif dan berinovasi menjadi tantangan tersendiri.
"Untuk merubah itu, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat itu sendiri, pemerintah desa hingga pendamping desa baik lokal maupun provinsi," katanya.
Sehingga, nanti ada Desa di Bengkulu Tengah yang memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) miliaran rupiah dan menjadi desa mandiri.
"Harapan kita nanti ada desa yang bisa mandiri dan tidak lagi mengandalkan DD atau ADD seperti desa-desa yang ada di Pulau Jawa, kalau mereka bisa kenapa kita tidak," kata Hendri Donal.
Baca juga: Pemkab Bengkulu Tengah Gelar Rakor Pelaku, Penggiat TTG dan Posyantek Tingkat Kabupaten 2023
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dinas-Pemberdayaan-Masyarakat-dan-Desa-PMD-Bengkulu-Tengah-menggelar-Rakor-TTG.jpg)