Jumat, 12 Juni 2026

Berita BPJS Kesehatan Bengkulu

BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Genjot Keaktifan Peserta, Akses Layanan Kian Merata

BPJS Kesehatan Bengkulu genjot keaktifan peserta JKN 2026 untuk perluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
FORUM KOMUNIKASI - Rapat forum komunikasi implementasi strategi Universal Health Coverage (UHC) Kota Bengkulu Tahun 2026 yang digelar di Balai Merah Putih, Jumat (10/4/2026). BPJS Kesehatan Bengkulu genjot keaktifan peserta JKN 2026 untuk perluas akses layanan kesehatan masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  1. BPJS Kesehatan Bengkulu menggenjot keaktifan peserta JKN 2026.
  2. Forum komunikasi UHC digelar di Balai Merah Putih, Jumat (10/4/2026).
  3. Keaktifan peserta turun dari 96 persen menjadi 94,7 persen.
  4. Sekitar 21 ribu peserta berstatus nonaktif dari 403 ribu penduduk.
  5. Disiapkan langkah strategis termasuk penataan peserta, Program Srikandi, dan DBHCHT.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu terus menggenjot keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna memastikan akses layanan kesehatan semakin merata bagi seluruh masyarakat di Kota Bengkulu pada  Tahun 2026.

Hal itu dibahas dalam forum komunikasi terkait implementasi strategi pencapaian universal health coverage Kota Bengkulu Tahun 2026 di Balai Merah Putih, Kota Bengkulu, Jumat (10/4/2026).

Capaian dan Perubahan Tingkat Keaktifan Peserta

Kepala  BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, mengungkapkan bahwa sebelumnya tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 96 persen pada Desember 2025.

Namun, angka tersebut menurun menjadi 94,7 persen pada Februari 2026 akibat penonaktifan Peserta PBI JK melalui SK Kemensos nomor 3/HUK/2026.

“Per Desember 2025 kemarin keaktifan kita di angka 96 persen. Namun, setelah adanya penonaktifan pada Februari 2026, saat ini turun menjadi 94,7 persen,” ungkap Syafrudin usai rapat dengan Pemerintah Kota Bengkulu di Balai Merah Putih, Kota Bengkulu, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa dari total sekitar 403 ribu penduduk Kota Bengkulu, terdapat sekitar 21 ribu peserta yang saat ini berstatus nonaktif.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Sekitar 21 ribu masyarakat ini belum memiliki akses layanan kesehatan karena statusnya nonaktif. Ini yang menjadi fokus kami agar semua warga memiliki kesempatan yang sama,” jelas Syafruddin.

Langkah Strategis Penataan Peserta

Untuk mengatasi hal tersebut, BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Pertama, penataan segmen peserta, khususnya bagi PPPK Paruh Waktu yang berjumlah sekitar 407 orang.

Mereka dinilai belum didaftarkan sesuai haknya sebagai pekerja Penerima Upah yang seharusnya berada di kelas 2, bukan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved