Sejarah Islam
Kesultanan Utsmaniyah, Kekhalifahan Islam Terakhir dalam Sejarah Islam
Setelah kehancuran kekhalifahan Islam dinasti Abbasiyah dalam sejarah Islam, pada tahun 1299 M, munculah Kesultanan Utsmaniyah.
TRIBUNBENGKULU.COM - Setelah kehancuran kekhalifahan Islam dinasti Abbasiyah dalam sejarah Islam, pada tahun 1299 M, munculah Kesultanan Utsmaniyah atau Kekaisaran Ottoman.
Mantan pengikut terakhir, Turki Seljuk dan kepala suku bernama Osman mulai memperluas kekuasaanya.
Osman yang memerintah sekitar 1299 hingga 1324 M mulai memperluas kekuasaanya dengan mengorbankan Kekaisaran Bizantium yang melemah.
Inilah yang akan menjadi cikal bakal Kesultanan Utsmaniyah yang kuat, nama yang diambil dari nama Osman, menurut World History Encylopedia.
Osman dan keturunannya menganggap jihad dan perluasan Kesultanan Utsmaniyah atau Kekaisaran Ottoman sebagai kewajiban moral.
Kesultanan Utsmaniyah terus berkembang dengan cepat menaklukkan wilayah yang luas.
Pada tahun 1453 M, dari ibu kotanya di Edirne (Adrianople), Kesultanan Utsmaniyah menguasai wilayah-wilayah di Asia Kecil, seluruh Anatolia, dan banyak wilayah di Balkan.
Baca juga: Definisi Kekhalifahan Islam dan 4 Periodenya dalam Sejarah Islam
Dua upaya besar Tatanan Kristen Eropa untuk menghentikan kemajuan mereka gagal pada tahun 1389 M (Pertempuran Kosovo) dan 1444 M (Pertempuran Varna).
Pada tahun 1453 M, hanya Konstantinopel yang tersisa dari wilayah Bizantium dan Sultan Utsmaniyah Muhammad al-Fatih (memerintah 1451-1481 M) bertekad untuk merebutnya.
Pengepungan Mehmed ternyata berhasil dan kota tersebut menjadi ibu kota baru Kesultanan Utsmaniyah, menandai periode penting dalam sejarah Islam.
Dengan kepemilikan Dardanella, Utsmaniyah memegang monopoli jalur perdagangan utama (bagian dari Jalur Sutra) di Timur Tengah dan Eurasia.
Mereka menutup Jalur Sutra dan hal ini memaksa negara-negara barat lainnya untuk menjelajahi dunia yang tidak dikenal.
Era itu yang dikenal dengan Era Eksplorasi, yang berujung pada penaklukan apa yang disebut “Dunia Baru” oleh negara-negara Eropa.
Muhammad al-Fatih, dan para sultan sebelumnya, telah mengklaim gelar khalifah untuk dirinya sendiri dan, karena tidak ada orang lain yang menantangnya, klaim tersebut cukup sah.
Namun hal ini semakin dilegitimasi pada tahun 1517 M ketika Sultan Selim I menaklukkan Kesultanan Mamluk dan secara resmi mengalihkan gelar khalifah bayangan Dinasti Abbasiyah ke Kesultanan Utsmaniyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kesultanan-Utsmaniyah.jpg)