Rabu, 22 April 2026

Sejarah Islam

Sejarah Islam: Kisah Ali bin Abi Thalib yang Dianggap Pewaris Sah Nabi Muhammad

Ali bin Abi Thalib adalah salah Muslim pertama, sepupu dan menantu Nabi Muhammad dalam sejarah Islam.

Wikimedia Commons
Stempel kaligrafi yang menampilkan nama Khalifah Ali, dipajang di Hagia Sophia. Ali adalah khalifah keempat dalam sejarah Islam. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Ali bin Abi Thalib adalah salah Muslim pertama, sepupu dan menantu Nabi Muhammad dalam sejarah Islam.

Dalam komunitas Syiah, ia dianggap sebagai pewaris sah Nabi Muhammad SAW.

Dalam sejarah Islam, menurut catatanWorld History Encyclopedia, Ali bin Abi Thalib, atau hanya Ali adalah Khalifah Islam keempat.

Ia menjabat sebagai khalifah dari tahun 656 M hingga 661 M, sebelum kemudian dia dibunuh.

Sebagian besar masa jabatannya dihabiskan untuk menertibkan kekhalifahan pada masa perang saudara pertama Kekhalifahan Islam yang disebut Fitnah Pertama (656-661 M).

Sebuah faksi dalam komunitas Islam, yang dikenal sebagai Muslim Syiah, menganggapnya sebagai satu-satunya pewaris sah posisi sementara Muhammad.

Baca juga: Runtuhnya Khilafah dan Tiga Fase Besar Evolusi dalam Sejarah Islam

Ali juga dianggap sebagai yang pertama dari serangkaian pemimpin spiritual atau imam dalam komunitas Syiah.

Sementara itu, muslim Sunni, faksi lain dalam Islam sangat menghormati beliau namun juga mempertimbangkan ketiga pendahulunya, Abu Bakr (memerintah 632-634 M), Umar (memerintah 634-644 M) dan Utsman (memerintah 644-656 M).

Semuanya, merupakan pemimpin atau khalifah awal yang sama-sama sah dan secara kolektif menyebut keempatnya sebagai Kekhalifahan Rasyidin (632-661 M).

HagiaRasyid
Empat medali menampilkan nama empat Khalifah Rasyidin pertama yang dirancang dengan indah, Abu Bakar (memerintah 632 - 634 M), Umar (634 - 644 M), Utsman (644 - 656 M) dan Ali (656 - 661 M) di Hagia Sophia, Istanbul.

Kehidupan Awal Ali

Ali lahir di Mekah, menurut beberapa catatan, dia lahir dalam tempat suci Ka'bah, pada tahun 601 M.

Ia adalah putra pemimpin marga Hasyim, Abu Thalib ibn Abd al-Muttalib (l. c. 535-619 M), paman Nabi Islam Muhammad.

Ayahnya telah membesarkan Nabi, yang telah menjadi yatim piatu sejak usia dini seolah-olah dia adalah putranya dan hubungan serupa berkembang antara Nabi dan Ali.

Sejak usia dini, Ali membentuk ikatan yang kuat dengan Muhammad, yang membawanya ke dalam rumah tangganya.

Pada tahun 610 M, ketika Nabi Muhammad mendeklarasikan kenabiannya, Ali termasuk orang pertama yang menerima ajaran Nabi Muhammad.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved