Sabtu, 25 April 2026

Nelayan Keluhkan Mercusuar Mati di Pulau Tikus Bengkulu, Sering Sebabkan Kecelakaan

Nelayan di Kota Bengkulu mengeluhkan matinya lampu mercusuar yang ada di Pulau Tikus, Kota Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Nelayan di Kota Bengkulu, Senin (5/2/2024) siang. Para nelayan mengeluhkan matinya lampu mercusuar di Pulau Tikus, yang dinilai berbahaya bagi pelayaran nelayan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Nelayan di Kota Bengkulu mengeluhkan matinya lampu mercusuar yang ada di Pulau Tikus, Kota Bengkulu.

Menurut nelayan, keberadaan lampu mercusuar ini sangat dibutuhkan agar para nelayan bisa bernavigasi dengan baik di perairan Bengkulu.

Apalagi, kapal atau lancang para nelayan tidak dilengkapi perlengkapan navigasi seperti kapal modern, sehingga hanya bisa mengandalkan mata dan pengalaman para nelayan.

"Kami di laut itu, gelap-gelapan. Tidak ada petunjuk arah atau lokasi apapun," kata salah satu nelayan, Jornadi kepada TribunBengkulu.com, Senin (5/2/2024).

Kondisi ini disebutkan nelayan berbahaya, dan sering mengakibatkan kecelakaan. Beberapa kali nelayan menabrak karang atau bertabrakan sesama kapal nelayan akibat tidak ada mercusuar.

Selain itu, Pulau Tikus juga menjadi satu-satunya pulau tempat berlindung darurat bagi para nelayan.

Jika tiba-tiba terjadi badai, maka nelayan bisa segera menuju pulau ini untuk berlindung.

"Sekarang ini, karena tidak ada petunjuk apapun, kami andalkan pengalamanan saja," ujar Jornadi.

Hal yang sama juga diungkapka nelayan lain, Castiawan. Menurutnya, lampu mercusuar ini sudah bertahun-tahun mati, dan tidak diperbaikan pihak terkait.

"Kami harapan kami, ya semoga lampu itu bisa dihidupkan, sebagai petunjuk arah bagi kami," ungkap Castiawan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved