Keutamaan Puasa dalam Kitabush Shaum
Keutamaan Puasa dalam Kitabush Shaum, Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Bulan Ramadhan sudah tak lama lagi, pemahaman akan keutamaan puasa akan lebih menguatkan iman dalam menjalankan ibadah puasa.
Penulis: Sherly Ayu Pratama | Editor: Ricky Jenihansen
TRIBUNBENGKULU.COM - Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, tentu pemahaman akan keutamaan puasa akan lebih menguatkan iman dalam menjalankan ibadah puasa.
Dalam sudut pandang sains, puasa sangat baik untuk kesehatan tubuh, selain itu berpuasa juga membuat seseoarang bisa memperoleh perisai yang melindungi dari godaan dan dosa, berikut penjelasan lengkapnya.
Dilansir dari akun YouTube Adi Hidayat Official dalam video yang berjudul (Kitabush Shaum) Eps. 4: Keutamaan Puasa - Ustadz Adi Hidayat, terlihat Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tentang keutamaan berpuasa dari Kitabush Shiyam.
"Allah sendiri sudah menyampaikan ke kita tawaran-tawaran, kebaikan, kemuliaan di balik ibadah yang telah kita lakukan. Jadi Allah meminta kita menunaikan satu ibadah yang nanti akan dibalas oleh Allah dengan surga seluas langit dan bumi serta keindahannya," kata Ustadz Adi Hidayat.
"Apakah ini keluar dari keiklasan? Tidak, karena ikhlas itu mengerjakan sesuatu karena Allah, nah ini Allah yang memerintahkan dan Allah menjajikan surga."
Ustadz Adi Hidayat membahas bab kedua Kitabush Shaum yaitu tentang keutamaan puasa.
Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang berpuasa, misalnya mendapat tempat di surga seluas langit dan bumi.
Baca juga: Bagaimana Membayar Utang Puasa yang Tidak Tahu Jumlahnya? Ini Kata Buya Yahya
• Ini Keutamaan Puasa dari Hari Pertama sampai Ke-30, Mari Banyak Beramal di Bulan Ramadhan
Ustadz Adi Hidayat meyakinkan pemirsa bahwa tetap termotivasi berpuasa karena Allah tetap dianggap ikhlas, meski berharap mendapat pahala di surga.
"Kalau ingin mendapatkan keutamaan puasa Ramadhan maka Nabi memberi rumusnya, yang pertama adalah puasanya harus mengikuti aturan," Ustadz Adi Hidayat menambahkan.
"Ikuti aturannya, apa yang Nabi perintahkan kepada kita. Ketika melanggar, jangan harap mendapatkan keistimewaan yang dimaksudkan. Yang pertama didapatkan dari puasa yang benar itu adalah junnah atau perisai. Perisai yang tak tampak, perisai dari godaan-godaan setan untuk berbuat maksiat," ungkapnya.
Ustadz Adi Hidayat juga membahas tentang pentingnya menaati kaidah dan tata tertib puasa agar dapat memperoleh manfaat dan keutamaan yang terkait dengannya.
Ia menjelaskan, dengan berpuasa seseorang bisa memperoleh perisai yang melindungi dari godaan dan dosa.
"Jadi orang-orang yang terbiasa menunaikan puasa dengan benar, dilatih dengan ibadah, dilatih shalat malam, berdzikir, membaca Al Quran, dilatih dekat diri dengan Allah, semua latihan itu akan membentuk perisai yang tak tampak dalam diri manusia, bisa menjadi tameng dari perbuatan maksiat," jelas Ustadz Adi Hidayat.
"Nah puasa mendorong mendapatkan itu jika dia benar menunaikan sesuai aturan, hukum dan ketentuannya serta memanfaatkan latihan saat puasa itu secara maksimal."
Bukan hanya sekedar puasa, perisai yang disebut junnah ini juga terbentuk melalui latihan spiritual, seperti shalat tambahan, membaca Al Quran, dan berdzikir.
• Ini Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2024, Buya Yahya Imbau Perbanyak Baca Alquran
Baca juga: Batal Puasa Karena Haid Kemudian Meninggal, Bagaimana Cara Menggantinya? Buya Yahya Menjawab
Ceramah Ustadz Adi Hidayat
Ustad Adi Hidayat
Keutamaan Puasa dalam Kitabush Shaum
Kitabush Shiyam
bulan ramadhan
| Konflik PPP Bengkulu Memanas, Fepi Suheri Tantang DPP Buktikan Pelanggaran |
|
|---|
| Isak Tangis Refpin Babysitter di Lapas Perempuan Bengkulu, Minta Pulang saat Ditemui DPR RI |
|
|---|
| Mutasi Pejabat Polres Rejang Lebong, 4 Kasat dan 2 Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Willy Aditya Buka Suara Kasus Refpin Babysitter di Bengkulu, Tuding Dugaan Pelanggaran HAM |
|
|---|
| Temui Refpin di Lapas, Willy Aditya Koordinasi ke Komisi III DPR RI Soal Kasus Babysitter Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Adi-Hidayat-Kitabush-Shaum.jpg)