Kamis, 4 Juni 2026

Harga BBM Terbaru

Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Bengkulu Berlaku Maret 2024

Berikut merupakan daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru untuk bulan Maret 2023 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Bengkulu.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Ist
Daftar Harga BBM di SPBU Bengkulu Berlaku Maret 2024 

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut merupakan daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru untuk bulan Maret 2023 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Bengkulu, silakan periksa harganya di sini.

Pemerintah, melalui PT Pertamina, secara rutin melakukan penyesuaian harga BBM pada awal setiap bulan.

Penetapan atau penyesuaian harga BBM ini disesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia. Kebijakan penyesuaian harga BBM ini mengacu pada formula penetapan harga sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dalam perkembangan terkini, informasi menunjukkan bahwa harga minyak dunia stabil dan mengalami kecenderungan melemah dalam perdagangan pada akhir Februari 2024.

Bahkan, pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pada pukul 13.01 WIB, harga minyak WTI kontrak April 2024 mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen menjadi US dolar 78,50 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent kontrak April 2024 tetap stabil pada level US dolar 83,68 per barel.

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tanpa perubahan dalam waktu dekat.

Resmi Turun! Harga BBM Terbaru Per 1 Maret 2024 di SPBU Seluruh Indonesia Cek Disini

 

Di sisi lain, harga minyak Brent kontrak April 2024 stagnan di angka US dolar 83,68 per barel.

Harga minyak mentah berjangka turun setelah Federal Reserve tetap konsisten pada keputusannya untuk menunda pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Penambahan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) turut menambah tekanan lebih lanjut.

Menurut Badan Informasi Energi (EIA), persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan sebesar 4,2 juta barel pada pekan terakhir.

Kenaikan stok minyak ini melebihi perkiraan analis yang sebelumnya memproyeksikan peningkatan sebesar 2,74 juta barel.

Stok minyak telah mengalami peningkatan selama lima minggu berturut-turut akibat adanya penghentian kilang yang tidak terencana setelah badai musim dingin pada bulan Januari, serta jadwal perbaikan pabrik.

Gaurav Sharma, seorang analis independen yang diwawancarai oleh Reuters, menyatakan, "Peningkatan persediaan minyak mentah mingguan AS di atas perkiraan sekali lagi menurunkan harga minyak berjangka."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved