Minggu, 26 April 2026

Modus Penipuan

Kenali 8 Modus Penipuan Download Aplikasi yang Sering Terjadi, Ada Penipuan dengan Voice Note

Berikut ini modus penipuan download aplikasi APK yang masih sering terjadi, perlu kamu ketahui juga penanganannya.

Penulis: Yuni Astuti | Editor: Ricky Jenihansen
Canva.com
Ilustrasi modus penipuan download aplikasi yang sering terjadi di Indonesia mulai dari undangan pernikahan hingga penipuan dengan voice note. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Modus penipuan dengan cara download aplikasi APK (Android Package Kit) masih saja sering terjadi di masyarakat.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjelaskan, dalam kasus penipuan bermodus file APK, penyerang berupaya mengirimkan sebuah program jahat (malware) untuk diinstal di handphone korban.

Jika korban menuruti apa yang diinginkan oleh pelaku, maka pelaku akan mencuri data dan mengambil alih kendali perangkat korban.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Samuel Pangerapan mengatakan ciri-ciri pelaku penipuan biasanya nomornya tidak terdaftar dalam nomor handphone (korban) kemudian memberikan pesan singkat dengan meminta korban untuk mendownload aplikasi APK.

APK itu sendiri memiliki program yang bisa memerintahkan smartphone untuk mendapatkan kata sandi serta data pribadi lainnya.

Sehingga apabila sudah terdwonload dan memberikan data pribadi maka hal ini tidak bisa dicegah.

Sameul mengatakan bahwa modus penipuan berkedok file APK tidak bisa dicegah sehingga masyarakat harus lebih waspada.

Untuk mengetahui modus penipuan dengan cara download aplikasi APK, berikut ada 7 modus penipuan file APK yang pernah terjadi di Indonesia.

Baca juga: Hati-Hati Modus Penipuan Telepon Seks VCS, Tiba-Tiba Ditelepon Wanita Telanjang

Modus Penipuan Download Aplikasi

1. Undangan Pernikahan Online

Pertama modus penipuan dengan cara mengirimkan undangan pernikahan online kepada korban.

Ketika melakukan aksinya pelaku mengirimkan pesan berupa file APK dengan diberi nama 'Surat Undangan Pernikahan Digital' yang dikirim melalui aplikasi whatsapp.

Pelaku menjebak korban hadir dengan cara agar korban bisa menghadiri acara pernikahan tersebut dengan mengunduh file APK.

2. Resi dari Ekspedisi

Kemudian ada penipuan Resi dari ekspedisi yang sama halnya pelaku akan mengirimkan chat singkat melalui whatsapp.

Pelaku akan menyamar jadi kurir untuk mengantarkan paket dengan mengirimkan file format APK yang bertuliskan 'foto resi'.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved