Rabu, 29 April 2026

Modus Penipuan

Curhat Mahasiswi Jadi Korban Modus Penipuan Publish Jurnal, Pelaku Diduga Mahasiswa Unpad

Berikut ini modus penipuan publish jurnal kenal lewat telegram, diduha mahasiswa Unoversitas Padjajaran.

Tayang:
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/X @VitaraRidesta
Tangkap layar curhat mahasiswi jadi korban modus penipuan publish jurnal, pelaku diduga mahasiswa Unpad. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sepertinya tak habis akal para penipu untuk mencari mangsa dengan modus penipuan yang makin beragam.

Seperti  misalnya dialami oleh salah satu mahasiswi bernama Vitara Ridesta yang menjadi korban modus penipuan jasa publish jurnal.

Ridesta bahkan sampai curhat dengan membuat thread di X (twitter) dan menarik perhatian warganet.

Ia curhat melalui akun twitter (x) pribadinya @Vitararidesta. Ia pengalamannya menjadi korban penipuan jurnal yang pelakunya diduga mahasiswa Unpad.

Mulanya akun @Vitararidesta bertemu dengan pelaku yang mengaku bernama Raja Bani di telegram.

"Awalnya Raja Bani ketemu di Telegram, gara-gara aku nyari jasa publish jurnal. Katanya dia bisa, punya banyak nomor principal contact juga."

"FYI, ini jurnal punya orang, dia minta tolong sama aku buat urusin jurnalnya, jadi orang itu publish jurnal melalui perantara aku dan aku ke Raja Bani."

Merasa tidak ada yang aneh dengan pelaku, akhirnya korban chat pelaku melalui WhatsApp.

"Akhirnya aku chat dia di WhatsApp, dan itu berjalan lancar aja, bahkan LoA nya turun. jadi aku percaya aja sama dia."

Merasa baik-baiksaja dan tidak curiga, akhirnya korban ingin publis jurnal yang fast track meskipun jurnal yang pertama belum dipublish.

"Nah aku mau publish jurnal lagi nih, tapi yang fast track. Katanya kurang lebih seminggu LoA turun, dan yang pasti harganya naik, harganya gak sama dengan yg biasa. (aku publish 2 jurnal)."

Baca juga: Kejadian di UPI Bandung! Hati-Hati Modus Penipuan Driver Ojol Ngaku Kehabisan Bensin

Sehingga korban berinisiatif untuk memberikan DP sebesar Rp 200 ribu.

Namun ternyata pelaku sempat marah karena korban tidak jadi publish jurnal ke dia.

"Yaudah tuh aku DP 200 ribu karena katanya mau mulai ngerjain (jurnal yang pertama juga gini) terus sempet marah-marah juga gara-gara aku ga jadi publish jurnal di dia. Soalnya dia nyari yang publish bulan April tapi dia nggak nemu gitu,".

Meski awalnya sempat tidak ingin publish jurnal ke pelaku, namun akhirnya korban memutuskan untuk mempublish jurnal ke pelaku sehingga jumlah jurnalnya dua.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved