Selasa, 5 Mei 2026

Modus Penipuan

Hati-Hati! Modus Penipuan Baru Berkedok Bukti Transfer QRIS Palsu, Kenali Ciri-cirinya

Hati-hati modus penipuan baru dengan menunjukkan bukti transfer dari QRIS palsu alias hasil editan.

Tayang:
Penulis: Rita Lismini | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Freepik.com
Ilustrasi modus penipuan QRIS. Hati-hati modus penipuan baru transfer QRIS berkedok bukti transfer palu, kenali ciri-cirinya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Waspada bagi para pedangang yang memanfaatkan QRIS sebagai fasilitas pembayaran.

Kini modus penipuan baru berkedok menunjukkan bukti transfer dari QRIS palsu tengah marak terjadi.

Kemajuan teknologi memang membawa kemudahan, namun perlu diwaspadai bahwa penipu juga semakin canggih dalam memanfaatkan teknologi ini untuk melancarkan aksinya.

Seperti baru-baru ini terjadi, salah satu korban mengalami modus penipuan bukti transfer QRIS palsu atau editan.

Hal ini diketahui dari postingan akun Twitter @Little_secret9 yang mengunggah tentang modus penipuan QRIS.

"Penipuan transfer QRIS memanfaatkan aplikasi Canva. Pelaku mengedit bukti transfer dengan aplikasi Canva. Bahkan ada nama toko dan tulisan transaksi berhasil."

Dalam unggahan akun tersebut, pemilik toko menunjukkan bahwa ada pembeli yang menunjukkan bukti transfer QRIS palsu.

"Hati-hati ya untuk pemilik warung/toko yang menyediakan pembayaran non tunai" tulis akun, dikutip TribunBengkulu.com, Sabtu (13/04/24).

Terlihat dalam video tersebut, percakapan yang menunjukkan bukti transfer, "Ini bukti transfer QRIS, bisa diedit, tanggalnya segala macem."

Pengunggah juga menulis, untuk ada anaknya yang mengerti aplikasi canva sehingga dirinya terhindar dari penipuan.

"Lalu anak saya meminta pelaku menunjukkan mutasinya, apa sudah ada keluar uangnya."

"Orang itu buka HP-ya dia tidak sadar, anak saya ngintip HP-nya ternyata yang dibuka canva."

"Ketika dicek, ada banyak bukti transfer yang sudah diedit."

Menurutnya, orang tersebut sepertinya tidak hanya sekali dua kali mereka menipu.

"Apalagi mereka incar warung rokok dan belinya banyak. Bisa rugi kalau orang ini berkeliaran," lanjutnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved