Minggu, 12 April 2026

Paritta Tuntutan Puja Bakti

14 Bacaan Paritta Tuntutan Puja Bakti yang Benar Lengkap dengan Artinya

Inilah bacaan Paritta Tuntunan Puja Bakti, ritual sembahyang Hari Waisak yang dipercayai oleh penganut agama Buddha.

Penulis: Rita Lismini | Editor: Ricky Jenihansen
Kemenag
Paritta Tuntutan Puja Bakti. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Puja Bakti adalah ritual doa umat Buddha sebagai wujud bakti pada Buddha. Dalam persembahyangan agama Buddha, ada 15 urutan untuk melaksanakan doa atau Paritta Tuntutan Puja Bakti.

Puja Bakti adalah ritual yang sangat sakral dan tidak boleh keliru serta dilakukan seperti ketika perayaan Hari Waisak.

Puja Bakti dilaksanakan oleh pengikut agama Buddha sebagai bentuk penghormatan yang paling tinggi kepada Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha).

Nah, dalam Puja Bakti umat Buddha melakukan pembacaan Paritta sebagai ungkapan rasa hormat kepada Sang Buddha.

Agar tidak keliru dalam melaksanakan Paritta Tuntutan Puja Bakti, di artikel ini kami sajikan urutan Paritta Tuntutan Puja Bakti agama Buddha.

Dikutip dari laman Vihara Sasana Subhasita, berikut bacaan Paritta Tuntunan Puja Bakti yang benar, lengkap dengan artinya.

Baca juga: Panca Sembah ada Berapa? Inilah Urutan Mantra Panca Sembah atau Kramaning Sembah dengan Artinya

PARITTA TUNTUTAN PUJA BAKTI

1. PEMBUKAAN

Pemimpin Puja Bakti :
Memberi tanda Puja Bakti dimulai (dengan gong, lonceng, dan
sebagainya). Pemimpin Puja Bakti menyalakan lilin dan dupa (hio),
kemudian meletakkan dupa di tempatnya, sementara hadirin duduk
bertumpu lutut dan bersikap añjali. Setelah dupa diletakkan di
tempatnya, Pemimpin Puja Bakti dan para hadirin menghormat dengan
menundukkan kepala (bersikap añjali dengan menyentuh dahi).

2. NAMAKĀRA GĀTHĀ (Syair Penghormatan)

Pemimpin Puja Bakti mengucapkan kalimat per kalimat dan diikuti
oleh hadirin :

Arahaṁ Sammā-Sambuddho Bhagavā,
Buddhaṁ Bhagavantaṁ abhivādemi.

Sang Bhagavā, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna;
aku bersujud di hadapan Sang Buddha, Sang Bhagavā. (namaskāra*)

Svākkhāto Bhagavatā Dhammo,
Dhammaṁ namassāmi.

Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā;
aku bersujud di hadapan Dhamma. (namaskāra)

Supaṭipanno Bhagavato sāvaka-saṅgho,
Saṅghaṁ namāmi.

Saṅgha Siswa Sang Bhagavā telah bertindak sempurna;
aku bersujud di hadapan Saṅgha. (namaskāra)

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved