Sabtu, 18 April 2026

Viral Bupati Kejar Pendemo Pakai Parang

Sosok Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Ternyata Pernah Ancam Bunuh Pendemo Sebelum Viral

Sosok Bupati Halmahera Utara Frans Manery Pernah Ancam Bunuh Pendemo Sebelum Viral Kejar Pendemo Pakai Parang

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase dan Aksi Bupati Halmahera Utara Frans Manery mengejar pendemo menggunakan parang itu viral di media sosial, Jumat (31/5/2024). 

Awalnya tindakan demontrasi tersebut dilakukan di depan kantor DPRD Halmahera Utara kemudian berlanjut ke kantor badan keuangan daerah (BKD) Halmahera Utara.

"Saat di DPRD apa yang mereka sampaikan sudah ditanggapi ketua DPRD, tapi mereka melanjutkan aksi lagi di kantor BKD,"

"bahkan sempat melakukan tindakan mengobok-obok fasilitas kantor," tuturnya.

"Mereka membuang buang dan sebagian alat yang ada di meja keluar dari situ aksi demo dilanjutkan ke Hotel Marahi tapi ditegur pihak keamanan," sambungnya.

Saat itu Frans Manery mengira jika aksi demo tersebut sudah selesai.

Namun ketika mengikuti rapat pleno KPU bersama Forkompinda, dirinya mendapatkan telpon dari sang anak yang berada dirumah jika para pendemo tengah menuju kesana.

"Tiba-tiba sekitar jam 03.40 sore, anak saya telpon, anak saya dirumah di pantai Bowens menyatakan Pa mahasiswa melakukan aksi menuju ke rumah,"tuturnya

"Kebetulan di rumah itu ada acara makan, ibu tengah menjamu tamu yang kami undang ada penyanyi dan artis si Mongol, saya putuskan langsung keluar dari rapat pleno menuju kerumah," terangnya.

Sekitar 70 meter saat mendekati rumahnya, Frans Manery melihat massa aksi sudah meletakan mobil dan hendak berorasi untuk mengusir para tamu yang berada dirumah.

Tindakan tersebut dinilai Frans lantaran para pendemo tak setuju dengan kegiatan pertunjukan yang akan diadakan dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) kabupaten Halmahera Utara.

"Saya datang dan tegur baik-baik, adik-adik sebaiknya pulang, karena ini sudah sore dan bukan tempatnya menyampaikan aspirasi, tapi mereka menantang saya." ungkapnya.

"Mereka bilang, ya keuangan daerah seperti ini kenapa harus buang-buang uang untuk membawa artis papan atas," ujarnya mengulangi ucapan para pendemo.

Mendengar jawaban itu, Frans Manery menjelaskan jika hal tersebut dilakukan sebagai bentuk hiburan dalam kaitan HUT Halmahera Utara tapi tak digubris pendemo.

"Mereka tetap mau melakukan orasi, sementara saya harus melindungi tamu kami, jadi tindakan yang saya ambil tadi sore itu sebenarnya bukan selaku bupati," jelasnya.

"Karena ini dikompleks perumahan saya dan tidak ada aparat kepolisian karena tidak ada yang menduga massa aksi akan kesitu," tuturnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved