Selasa, 5 Mei 2026

Menantu Tikam Mertua di Bengkulu

Pengakuan HE, Menantu Tikam Mertua di Bengkulu hingga Kritis, 'Khilaf Dipukul'

Pengakuan HE (43), menantu tikam mertua pakai pisau hingga kritis dan dilarikan ke rumah sakit, Rabu (5/6/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Kolase TribunBengkulu.com
(kiri) HE, pelaku penikaman mertua pakai pisau yang terjadi Rabu (5/6/2024) akhirnya berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Teluk Segara Kota Bengkulu. Korban saat dirawat di rumah sakit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pengakuan HE (43), menantu tikam mertua pakai pisau hingga kritis dan dilarikan ke rumah sakit, Rabu (5/6/2024).

Dari pengakuan pelaku HE penusukan tersebut ia lakukan karena sakit hati usai dipukul oleh korban.

"Saya khilaf karena saya kesal dipukul oleh dia, saya ambil pisau ke dalam rumah lalu saya tusuk," ungkap HE.

Warga asal Kelurahan Tengah Padang Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, ditangkap polisi tidak sampai 24 jam.

Pelaku diamankan di kawasan Kabupaten Bengkulu Selatan, saat akan berangkat ke daerah Padang Guci, sekitar pukul 05.00 WIB subuh.

Siang ini Kamis (6/6/2024) siang sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku sudah tiba di Polsek Teluk Segara Kota Bengkulu untuk diproses hukum lebih lanjut.

Aksi Pelaku Terekam CCTV

Detik-detik mencekam menantu tikam mertua di Bengkulu, pada Rabu (5/6/2024) ternyata sempat terekam kamera CCTV.

Penikaman tersebut diketahui dilakukan oleh HE (43) warga Tengah Padang terhadap mertuanya TA (61) warga Pondok Besi Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

Dari rekaman CCTV tampak cukup jelas bahwa saat itu korban TA bersama dengan istrinya keluar dari dalam rumah pelaku HE, kemudian sempat berhenti sejenak di jalan depan rumah HE.

Korban TA saat itu mengenakan pakaian baju kaos berkerah putih dan celana panjang, sedangkan istrinya mengenakan setelan celana jeans, baju hitam dan memakai hijab.

Terlihat tetangga pelaku juga sempat melihat keluar saat kejadian mertua pelaku berupaya menghindari pelaku yang membawa pisau dari dalam rumah sambil berlari.

Tidak lama berselang anak pelaku BI yang awalnya berdiri di depan pintu rumah pelaku, kemudian langsung berlari keluar diikuti oleh pelaku yang keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam jenis pisau.

Pelaku keluar membawa pisau yang masih ada sarungnya, dengan menggunakan celana panjang berwarna coklat tanpa menggunakan baju.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved