Kamis, 23 April 2026

Polwan Bakar Suami Polisi

Polwan Bakar Suami Polisi, Briptu Fadhilatun Nikmah Kini Trauma dan Didampingi Dokter Jiwa

Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang membakar suami yang juga polisi kini syok dan mengalami trauma hingga butuh pendampingan dokter jiwa.

TribunBengkulu.com/Instagram Leozieon
Ilustrasi. Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang membakar suami yang juga polisi kini syok dan mengalami trauma hingga butuh pendampingan dokter jiwa. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang membakar suami yang juga polisi kini syok dan mengalami trauma hingga butuh pendampingan dokter jiwa.

Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto kepada Tribunnews, Minggu (9/6/2024) petang.

Menurut Kombes Pol Dirmanto, Briptu Fadhilatun Nikmah awalnya hanya kesal dengan suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono.

Briptu Rian Dwi Wicaksono juga anggota polisi yang bertugas di Satsamapta Polres Jombang.

Dari keterangan Briptu Fadhilatun Nikmah, suaminya kerap menghabiskan uang gajinya untuk judi online.

Sementara mereka saat ini sedang membutuhkan banyak biaya untuk ketiga anaknya yang masih kecil.

Briptu Fadhilatun Nikmah diketahui memiliki 1 balita dan 2 anak kembar.

Baca juga: Nasib Briptu Fadhilatun Nikmah, Polwan Bakar Suami Polisi di Mojokerto, Kasusnya Ditarik Polda Jatim

Seharusnya, uang yang dihabiskan oleh Briptu Rian Dwi Wicaksono dapat digunakan untuk membiayai keluarga.

Akibat terlalu kesal dengan Briptu Rian Wicaksono, akhirnya terjadi cekcok hingga berujung pembakaran hidup-hidup.

"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya."

"Ini temuan sementara yang bisa kami sampaikan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Minggu (9/6/2024).

Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu Fadhilatun Nikmah. Sehingga ia tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap Briptu Rian Dwi Wicaksono.

Perasaan jengkel yang dialami Briptu Fadhilatun Nikmah didasarkan pada pertimbangan kondisi ketiga anaknya yang berusia di bawah lima tahun (balita) dan masih membutuhkan banyak biaya hidup.

Namun, menurut Dirmanto, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Briptu Fadhilatun Nikmah merupakan kejadian pertama kali.

Briptu Rian Dwi Wicaksono, polisi dibakar polwan yang istrinya sendiri, dinyatakan meninggalkan dunia sekitar pukul 12.54 WIB.
Briptu Rian Dwi Wicaksono, polisi dibakar polwan yang istrinya sendiri, dinyatakan meninggalkan dunia sekitar pukul 12.54 WIB. (TribunBengkulu.com/Ist)

"Ini baru pertama kali, karena saking jengkelnya. Tersangka memiliki anak tiga. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia 4 bulan. Nah ini kan banyak membutuhkan biaya," jelas Dirmanto dikutip dari Surya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved