Jumat, 10 April 2026

Polwan Bakar Suami Polisi

Alasan Briptu Fadhilatun Nikmah Bakar Suami Polisi, Ternyata Briptu Rian Wicaksono Sering Main Slot

Terungkap alasan Briptu Fadhilatun Nikmah membakar suaminya yang juga anggota polisi, Sabtu (8/6/2024) pagi.

|
TribunBengkulu.com/Ist
Terungkap alasan Briptu Fadhilatun Nikmah membakar suaminya yang juga anggota polisi, Sabtu (8/6/2024) pagi. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Terungkap alasan Briptu Fadhilatun Nikmah membakar suaminya yang juga anggota polisi, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Ternyata aksi Briptu Fadhilatun Nikmah dipicu kekesalannya atas kelakuan Briptu Rian Wicaksono yang sering judi online seperti main slot.

Briptu Rian Dwi Wicaksono adalah anggota polisi yang bertugas di Polres Jombang bagian Satsamapta.

Sedangkan Briptu Fadhilatun Nikmah adalah polisi wanita atau polwan yang bertugas di Polres Mojokerto.

Briptu Fadhilatun Nikmah mengaku tidak senang dengan tabiat Briptu Rian Dwi Wicaksono yang sering menghabiskan uang untuk main slot.

Padahal, saat ini keluarga sedang membutuhkan banyak biaya untuk ketiga anaknya yang masih balita.

Baca juga: Polwan Bakar Suami Polisi, Briptu Fadhilatun Nikmah Kini Trauma dan Didampingi Dokter Jiwa

Briptu Fadhilatun Nikmah juga diketahui baru saja melahirkan anak kembar beberapa waktu lalu.

Oleh karena itulah, menurut Briptu Fadhilatun Nikmah, seharusnya suaminya bisa menyimpan uang untuk biaya hidup mereka berdua dan ketiga anaknya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan, alasan itu terungkap dari keterangan Briptu Fadhilatun Nikmah kepada Polda Jatim.

"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya," katanya kepada Tribunnews, Minggu (9/6/2024) petang.

Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu Fadhilatun Nikmah.

Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang membakar suami yang juga polisi kini syok dan mengalami trauma hingga butuh pendampingan dokter jiwa.
Briptu Fadhilatun Nikmah, polwan yang membakar suami yang juga polisi kini syok dan mengalami trauma hingga butuh pendampingan dokter jiwa. (TribunBengkulu.com/Instagram Leozieon)

Sehingga ia tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap Briptu Rian Dwi Wicaksono.

Perasaan jengkel yang dialami Briptu Fadhilatun Nikmah didasarkan pada pertimbangan kondisi ketiga anaknya yang berusia di bawah lima tahun (balita) dan masih membutuhkan banyak biaya hidup.

Namun, menurut Dirmanto, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Briptu Fadhilatun Nikmah merupakan kejadian pertama kali.

"Ini baru pertama kali, karena saking jengkelnya. Tersangka memiliki anak tiga. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia 4 bulan. Nah ini kan banyak membutuhkan biaya," jelas Dirmanto dikutip dari Surya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved