Jumat, 5 Juni 2026

Perseteruan Rhoma vs Habib Bahar

Awal Mula Perseteruan Rhoma Irama vs Habib Bahar Smith Soal Keturunan Nabi

Perselisihan itu dipicu pernyataan Rhoma Irama yang dinilai Habib Bahar sebagai fitnah.

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Rhoma Irama (kiri) dan Habib Bahar Smith (Kanan). Awal Mula Perseteruan Rhoma Irama vs Habib Bahar Smith Soal Keturunan Nabi 

"Kemudian hal yang mendasari saya bicara ini adalah firman Allah, hendaklah ada di antara kalain menyeru pada jalan kebaikan mencegah kemungkaran. Itulah orang-orang yang beruntung," tuturnya.

Lalu, Rhoma tiba-tiba teringat pada pengalamannya saat masih muda ketika menghadiri salah satu pengajian.

"Saya mau cerita, ini kira-kira ana (saya) masih remaja. Lokasinya di Tebet saat itu saya sebagai penceramah muda, mewakili anak muda. Tempatnya di Masjid Ar Rahmah di Tebet Timur, kepunyaan almarhum Haji Muhammad, beliau muhibbin berat, MasyaAllah," tuturnya mengawali kisah tersebut.

"Nah penceramah saat itu ada satu habib, nggak perlu saya sebutkan karena beliau juga sudah berpulang ke rahmatullah. Ini habib berpidato, saya waktu itu sebagai penceramah kedua," sambungnya.

Kala itu, Rhoma mengaku kaget dengan pesan yang disampaikan habib tersebut.

"Dia cerita saya kaget-kaget ini. Di antaranya yang masih saya ingat, hey itu kalau ada anak habib, walaupun di mabuk-mabukan, walaupun di penzina, pencuri, penjudi, jangan kate ape-ape, dia itu turunan nabi, jangan disakiti, jangan diomelin, dia itu ahli surga," kata Rhoma meniru ucapan habib tersebut.

"Saya terhenyak mendengar itu, dalam hati, emang begitu Islam. Namanya anak muda ye, abis dia ceramah ana naik, giliran ane ceramah mewakili generasi muda, ane bantah tuh semua."

Tanpa ragu, Rhoma yang saat itu masih berusia sekira 20 tahunan dengan berani mematahkan argumen tersebut.

"Itu habib yang saya hormati tadi, mohon maaf, mohon izin saya koreksi antum. Bla bla bla, bahwa surga itu untuk orang bertakwa, walaupun dia budak dari bangsa habsy," jelasnya.

Sedangkan neraka, kata Rhoma, itu untuk orang-orang ahli maksiat walupun dia dari keturunan atau rasnya Rasulullah.

"Jadi nggak ada previlage ternyata buat keturunan nabi sekalipun. Saya saat itu habis diomelin sama Haji Muhammad almarhum. Ente ngaji kaga apa kaga ngomelin habis dah," kenang Rhoma.

Rupanya kegaduhan saat itu sampai juga ketelinga salah satu habib sepuh.

Rhoma pun dipanggil dan dinasihati.

"Beliau bilang, yang ente omongin nggak salah, ente benar, tapi tolong jangan diulangi lagi, karena tidak kondusif untuk ukhuwah Islamiah, tidak bagus untuk persatuan umat Islam," katanya.

"Sejak saat itu saya simpan dalam perut. Saya simpan dalam perut beberapa puluhan tahun kejadian itu," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved