Berita Bengkulu
Penjelasan BMKG soal Gempa Megathrust hingga Wilayah Terdampak Langsung di Bengkulu
BMKG baru-baru ini mengungkap gempa megathrust yang bakal mengguncang Indonesia tinggal menunggu waktu.
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengungkap gempa megathrust yang bakal mengguncang Indonesia tinggal menunggu waktu.
Untuk di Provinsi Bengkulu terdapat dua segmen potensi gempa, yakni Megatrust Mentawai-Pagai dan Enggano yang berdampak langsung di Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko.
Hal ini karena Bengkulu berada di wilayah patahan aktif pertemuan lempeng tektonik Indo Australia dan Eurasia sehingga potensi gempa besar itu terjadi tetap ada.
Disampaikan oleh Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Klimatologi Bengkulu, Juwita Sari, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan terjadinya gempa megathrust yang dapat memicu gempa dahsyat dengan kekuatan mencapai M 8,9.
“Untuk saat ini belum terjadi dan memang itu butuh waktu. Untuk dapat mengetahui kapan pasti terjadinya masih belum ada (alatnya, red),” ujar Juwita saat diwawancara TribunBengkulu.com, Rabu (14/8/24).
Dalam mengantisipasi dan menghadapi gempa megathrust ini, BMKG akan mensosialisasikan ke daerah-daerah yang rawan gempa. Supaya memiliki tempat berlindung ketika terjadi gempa besar.
“Kalau prediksi terjadinya belum ada tapi kalau untuk mengantisipasi kita berusaha untuk mensosialisasikan ke daerah-daerah yang rawan gempa agar bisa punya tempat untuk belindung,” jelas Juwita.
Lanjut Juwita, BMKG berharap masyarakat dapat bijak dalam menanggapi kabar gempa megathrust yang memang berpotensi terjadi di wilayah Indonesia . Lantaran Indonesia ini tempat titik bertemunya lempeng Indo-Australia.
"Jadi kalau gempa besar tetap akan terjadi di wilayah Indonesia cuman untuk isu yang mengatakan tahun depan bulan depan ada gempa besar mohon disikapi dengan baik karena itu sebenarnya adalah hoax," imbuhnya.
Untuk peralatan antisipasi gempa, BMKG sudah memasang di setiap perairan, namun di Indonesia alat ini rawan hilang.
“Seperti alat yang sudah kita pasang itu pelampung untuk mendeteksi tsunami yang diletakan di perairan-perairan, jadi ketika ada gelombang tinggi kita sudah tahu dan antisipasi,” kata Juwita.
| Meski Diguyur Hujan, View Tower Bengkulu Tetap Ramai Pengunjung di Akhir Pekan |
|
|---|
| Ronny PL Tobing Resmi Ambil Alih Jabatan Wali Kota Bengkulu, Sudah Disetujui Kemendagri |
|
|---|
| Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid Jabat Kapolda Bengkulu, Ini Rekam Jejaknya |
|
|---|
| Pedagang Pasar Ampera Bengkulu Selatan Nikmati Lapak Permanen, Tak Lagi Pakai Tenda Sederhana |
|
|---|
| Dedy Wahyudi Cuti Haji, Ronny Pebriyanto Ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Juwita-BMKG.jpg)