Minggu, 10 Mei 2026

Berita Bengkulu

Curhat Edi, Nelayan di Bengkulu yang Empat Hari Tak Melaut karena BBM Disita Polisi

Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
NELAYAN - Kolase Edi 51 Tahun saat diwawancarai wartawan dan aksi nelayan tradisional malabero Kota Bengkulu, Jumat (8/5/2026). Empat hari tak melaut, Edi nelayan Malabero bingung beli seragam sekolah anak hingga uang jajan pun tak ada. 

 

Ringkasan Berita:
  1. Edi sudah empat hari tidak melaut akibat persoalan BBM.
  2. Kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak mulai terganggu.
  3. Satu kapal membutuhkan sekitar 60 liter BBM untuk melaut.
  4. Nelayan membeli BBM seharga Rp8 ribu per liter dari pengecer.
  5. Nelayan berharap pemerintah menyediakan agen resmi BBM dekat lokasi.

 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Edi (51), nelayan tradisional di kawasan Malabero, Kota Bengkulu, mengaku sudah empat hari tidak melaut setelah bahan bakar minyak (BBM) solar untuk nelayan disita aparat kepolisian.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan rumah tangga hingga biaya sekolah anak-anaknya mulai terganggu.

Aktivitas Melaut Terganggu

Sebelumnya, bahan bakar minyak (BBM) solar yang digunakan nelayan untuk melaut disita aparat kepolisian.

Salah satunya, nelayan tradisional Malabero, Edi (51), turut merasakan dampak tidak adanya BBM.

Ia sudah melaut sejak 35 tahun lalu dan menggantungkan hidup dari laut.

Setiap hari, Edi bersama teman-teman nelayannya sekitar pukul 00.00 WIB mulai berangkat untuk melaut.

Ia melaut hingga ke area Kabupaten Seluma dan pulang sekitar pukul 14.00-16.00 WIB.

Edi menceritakan dirinya sudah empat hari tidak melaut akibat persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan yang kini menjadi polemik.

Dampaknya, kebutuhan rumah tangga hingga biaya sekolah anak-anaknya mulai terganggu.

“Anak saya yang nomor lima mau masuk SMA. Dia minta dibelikan seragam sekolah, tapi kami belum tahu mau beli pakai apa,” kata Edi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (8/5/2026).

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved