Sabtu, 30 Mei 2026

Penganiayaan Komunitas Punk

'Wajib Take Down' Panitia Event Komunitas Vespa Ancam Polisikan Penyebar Video Congkel Mata

Pihak panitia event komunitas vespa itu meminta para penyebar video untuk segera menghapus video kejadian.

Tayang:
TribunBengkulu.com/X
Pihak panitia event komunitas vespa itu meminta para penyebar video untuk segera menghapus video kejadian. 

"Peristiwa bermula saat Icang dipaksa mengikuti acara Vespa. Tetapi setibanya di lokasi, dirinya menjadi korban pengeroyokan," jelasnya.

Pelaku diperkirakan berjumlah 3 orang berinisial O, R dan N.

Dan informasi yang beredar, pengeroyokan tersebut berawal dari permasalahan wanita.

Pada saat yang sama, juga tersebar luas pesan berantai bahwa pelaku membonceng mantan istri korban.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan Berujung Congkel Mata di Acara Komunitas Vespa dan Punk di Gunung Putri Bogor

Korban lantas tidak terima dan memukul mantan istrinya dengan botol hingga berdarah.

Mendapati hal tersebut, pelaku lantas tidak terima dan kemudian menyerang korban.

Korban kemudian dikeroyok oleh sekitar 3 orang hingga terjadi aksi congkel mata.

Diperkirakan, pelaku dan korban saat kejadian juga dalam keadaan sama-sama mabuk.

Sontak kejadian tersebut menarik perhatian warganet dan menuai beragam komentar.

"Innalilahi, tegel banget," tulis akun @BukanKenshin.

"Biar apa sih," akun @Diksi Irawan ikut mengomentari.

"Kronologi ny bagaimana nder," akun @sugeng menambahkan.

Terkait kejadian tersebut, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengusutan. Sementara pelaku belum diketahui keberadaannya.

Foto korban dan pelaku pengeroyokan berujung congkel mata di acara Komunitas Vespa dan Punk di Gunung Putri Bogor
Foto korban dan pelaku pengeroyokan berujung congkel mata di acara Komunitas Vespa dan Punk di Gunung Putri Bogor (Istimewa)

Pernyataan Polisi

Polsek Gunung Putri akhirnya turun tangan mengusut kejadian pengeroyokan hingag berujung congkel mata saat acara komunitas vespa di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Polsek Gunung Putri membenarkan terjadinya peristiwa penganiayaan hingga berujung pencongkelan mata korban.

Kapolsek Gunung Putri AKP Aulia Robby mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, pelaku dan korban sama-sama merupakan peserta Vespa, bahkan saling kenal.

"Kita konfirmasi mereka saling mengenal," ucap Robby, Kamis (19/9/2024).

Robby menjelaskan, dalam kasus ini tidak ada barang yang dicuri dari korban, tetapi dugaan awal persoalan asmara.

"Bukan mencuri atau apa. Permasalahannya, diduga awalnya karena masalah cemburu," ujar Robby.

Pihak polisi saat ini, kata Robby masih memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, serta meminta keterangannya.

"Informasi juga masih simpang siur. Sudah ada beberapa kita ambil keterangan saksi, tapi kami belum bisa menyimpulkan kronologi atau motifnya seperti apa. Masih dalam pendalaman, masih didalami," ujarnya.

Sementara terkait kondisi korban yang dianiaya hingga dicungkil matanya saat ini sudah dalam perawatan medis.

"Kondisi korban saat ini sudah stabil dan sedang dalam perawatan medis," kata Robby.

Namun dia belum bisa memastikan terkait kondisi mata korban apakah bisa melihat atau tidak.

"Itu kita belum tahu juga kalau itu, bisa ngelihat atau belum. Karena kita menunggu hasil visum juga," ujarnya. (**)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved