Jabatan Baru Retno Marsudi Setelah Tidak Dipanggil Prabowo Subianto, Dapat Tugas Penting dari PBB
Retno Marsudi akan menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi utusan khusus PBB.
TRIBUNBENGKULU.COM - Retno Marsudi sepertinya tidak akan lagi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri setelah tidak dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara beberapa waktu lalu.
Ia juga bahkan telah berpamitan dengan jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) pada Jum'at (18/10/2024).
Retno Marsudi selanjutnya akan mendapat tugas penting dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal itu diumumkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB, António Guterres pada Jumat (13/9/2024).
Ia mengumumkan penunjukan Menlu Retno Marsudi dari Republik Indonesia sebagai Utusan Khusus PBB untuk Air.
Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemitraan dan upaya terpadu dalam memajukan agenda air global, termasuk menindaklanjuti hasil dari Konferensi Air PBB 2023.
Dalam perannya, Retno akan mempersiapkan proses global terkait air menuju Konferensi Air PBB 2026.
Dia akan mendukung upaya menciptakan masa depan yang aman dari segi air bagi semua orang dengan mendorong kerjasama politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang lebih kuat di semua tingkat.
Retno juga ingin meningkatkan kerja sama internasional dan sinergi antar proses internasional terkait air guna mencapai tujuan dan target terkait air, seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6 dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Sebagai Utusan Khusus, Retno akan menjadi advokat utama terkait isu air dan sanitasi, dengan mengangkat masalah ini ke tingkat politik tinggi di dalam maupun di luar PBB.
Dia akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, memperkuat kerja PBB, serta memobilisasi aksi dan sumber daya keuangan untuk menangani krisis air global.
Mewakili Sekretaris Jenderal PBB dalam berbagai proses air global, Retno juga akan bekerja sama dengan UN-WATER dan anggotanya untuk mendukung implementasi Strategi PBB untuk Air dan Sanitasi di semua tingkat, sejalan dengan Kerangka Akselerator Global SDG 6.
Retno akan mulai menjalankan tugas sebagai Utusan Khusus untuk Air pada 1 November 2024, setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (2014-Oktober 2024).
Dengan pengalaman diplomasi hampir empat dekade, Retno juga memimpin pelaksanaan Forum Air Dunia ke-10 di Bali 2024, yang menghasilkan Deklarasi Menteri sebagai kesepakatan akhir.
Retno memiliki dedikasi yang terlihat melalui kepemimpinan Indonesia, termasuk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (2019-2020), Presiden G20 (2022), dan Ketua ASEAN (2023).
| Kenapa Sapi Kurban Presiden Prabowo di Bengkulu Harus Super Besar? Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Gibran Tolak BBM Naik, Kini Harga Nonsubsidi Justru Naik, Ini Penjelasan Bahlil |
|
|---|
| Gibran Sempat Tegaskan BBM Tak Bakal Naik atas Perintah Presiden, Kini Harganya Malah Naik |
|
|---|
| Dukung Program Prabowo, Aksi Bersih Pantai Digelar di Bengkulu Selatan Lewat GEMPAR-GEMPITA |
|
|---|
| Negara Berpotensi Hemat Rp40 Triliun Jika MBG Dipangkas 5 Hari, Prabowo Justru Tegas Menolak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Jabatan-Baru-Retno-Marsudi-Tidak-Dipanggil-Prabowo-Subianto-Kini-Dapat-Tugas-Penting-dari-PBB.jpg)