Sabtu, 18 April 2026

Kerbau Mati Mendadak di Bengkulu

Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Kampung Melayu Bengkulu, Diduga Terjangkit Virus

Puluhan kerbau mati mendadak di Jalan Melinjo RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Yunike Karolina
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu, Junaidi (52). Seminggu terakhir, puluhan kerbau mati mendadak di Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Puluhan kerbau mati mendadak di Jalan Melinjo RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Kerbau milik warga yang mati mendadak ini diduga karena terjangkit virus.

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu, Junaidi (52) membenarkan kejadian kerbau mati mendadak milik warganya yang beternak kerbau. 

"Ya betul, menurut informasi dari beberapa pemilik kerbau kurang lebih sekitar 20 ekor," ungkap Junaidi. 

Peristiwa kerbau mati mendadak milik sekitar tujuh warganya ini sudah berlangsung dalam seminggu terakhir. 

"Dalam minggu ini lah terjadi saat masuk musim penghujan," jelas Junaidi. 

Hingga sampai saat ini belum diketahui penyebab matinya puluhan kerbau ternak tersebut. 

"Mati yang sifatnya mendadak dan belum diketahui penyebabnya," ujar Junaidi saat di wawancarai reporter TribunBengkulu.com pada Rabu (4/12/2024). 

Menurut informasi yang terhimpun oleh Junaidi dugaan kuat virus tersebut menular, dibuktikan dapat dengan cepat membunuh kerbau sebanyak itu. 

Dari kejadian tersebut beberapa pemilik kerbau mengambil langkah dengan menjual, memotong dan mengobatinya secara mandiri. 

"Ada yang masih sempat dijual, ada yang masih sempat dipotong, ada juga yang tidak sempat dievakuasi sudah mati di hutan atau di kandangnya," jelas Junaidi. 

Untuk saat ini kerbau tewas yang diduga terjangkit virus tersebut pada umumnya terjadi pada kerbau usia dewasa. 

"Umumnya usia dewasa, ada yang hamil, kalau yang anak-anak belum," ungkap Junaidi. 

Sampai dengan saat ini warganya mengantisipasi penyebaran tersebut dengan membeli obat secara mandiri. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved