Senin, 4 Mei 2026

Harga Bahan Pokok di Bengkulu

Jelang Nataru 2025, Harga Beras dan Daging di Kepahiang Bengkulu Stabil, Stok Aman

Harga bahan pokok penting (bapokting) seperti beras dan daging di Kepahiang Bengkulu masih stabil menjelang natal dan tahun baru (nataru) 2025.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Stok beras di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Harga beras masih stabil menjelang Nataru 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Harga bahan pokok penting (bapokting) seperti beras dan daging di Kepahiang Bengkulu masih stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Seperti terpantau di Pasar Rakyat Kepahiang, Minggu (8/12/2024), harga beras masih stabil dan belum ada pergolakan.

Per cupak, harga beras di Kepahiang masih berharga antara Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu, tergantung jenis beras.

Cupak sendiri merupakan satuan kalengan yang umum digunakan masyarakat untuk beras. Jika dikonversi ke satuan kilogram, satu cupak adalah 1,6 kilogram.

Untuk harga beras medium Bulog, masih ada di harga Rp 12.600 per kilogram. Beras medium lokal ada di harga 14.000 per kilogram, dan beras premium ada di harga Rp 14.500, per kilogram.

Untuk daging dan telur, juga masih stabil dan belum ada gejolak harga. Seperti daging sapi, masih ada di angka Rp 130 ribu, per kilogram. Harga ini masih sama dengan beberapa waktu sebelumnya.

Kemudian, harga daging ayam potong juga stabil di harga Rp 35 ribu per kilogram, dan belum ada perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk produk telur, juga belum mengalami gejolak harga. Untuk telur ayam ras, kini ada di angka Rp 26.700 per kilogram.

Berbeda dengan telur ayam ras, telur ayam kampung memiliki harga tinggi, meski tidak ada gejolak.

Per kilogram, telur ayam kampung kini dihargai Rp 75 ribu, per kilogram.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, UKM, dan Koperasi Kabupaten Kepahiang, Abdullah melalui analis perdagangan, Sri Wahyuni mengatakan dari pemantauan pihaknya, belum ada kelangkaan, atau pergolakan harga yang memerlukan tindakan dari Dinas Perdagangan.

"Kita juga akan terus memantau setiap hari. Kalau ada kelangkaan, akan segera kita intervensi dengan operasi pasar," ungkap Sri.

Baca juga: Pembentukan OPD Baru Damkar dan Baperida Kepahiang Bertahap, Butuh Anggaran

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved