Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kepahiang

7 Wartawan di Kepahiang Diduga Dikunci-Dapat Ancaman Kadis

Sebanyak tujuh wartawan kepahiang mendapat ancaman pejabat saat menjalankan tugas pada Kamis (30/4/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
ANCAMAN - Wartawan Kepahiang saat membuat laporan di Polres Kepahiang, pada Kamis malam (30/4/2026). Sebanyak tujuh wartawan Kepahiang mendapat ancaman pejabat saat menjalankan tugas, pada Kamis (30/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tujuh wartawan di Kepahiang diduga mendapat ancaman pejabat saat menjalankan tugas, pada Kamis (30/4/2026) sore.
  • Ancaman tersebut diduga dilakukan oleh Kepala Dinas di Kepahiang berinisial ZH saat para wartawan hendak melakukan konfirmasi berita dan menjalankan tugas peliputan.
  • Namun saat dikonfirmasi ZH memberikan respon dengan tindakan memukul meja serta ucapan mengancam.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sebanyak tujuh wartawan di Kepahiang diduga mendapat ancaman pejabat saat menjalankan tugas, pada Kamis (30/4/2026) sore. 

Ancaman tersebut diduga dilakukan oleh Kepala Dinas di Kepahiang berinisial ZH saat para wartawan yang hendak melakukan konfirmasi berita dan menjalankan tugas peliputan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketujuh wartawan yang menjadi korban adalah Hendri Irawan (BETV), M. Bima (Tribun Bengkulu), Alex Chandra (TVRI), Jimmy Mahendra (Radar Kepahiang), Ferik Leorisando (Liputan Satu), Rahmat (Semarakpost), dan Angga (JepretNews).

"Kami datang karena mendapat informasi adanya mediasi kedua belah pihak terkait isu pelecehan di ranah paskibraka, yang juga dihadirinya, jadi kami hendak menanyakan kapasitas dia dan pihak lain serta hasil mediasi tersebut," ucap Alex kepada TribunBengkulu.com, Jumat (1/5/2026).

Namun saat dikonfirmasi ZH memberikan respon dengan tindakan memukul meja serta ucapan dengan nada mengancam "Awas kamu kalau ada yang merekam, kalau aku dan keluarga aku sampai bekasus gara-gara kamu bertujuh ini, satu-satu kamu aku kasih perhitungan," meniru ucapanya.

"Iya dia (ZH) meninju meja, mengancam serta mengintimidasi kami diruangannya," jelas Alex. 

Baca juga: Calon Paskibraka di Kepahiang Diduga Alami Pelecehan saat Tahapan Seleksi

Baca juga: Sosok Zaili Meniti Karier dari Penyuluh KB hingga Jabat Kadis PMD Kepahiang

Selain itu, menerangkan bahwa Zaili juga mengunci pintu ruangannya untuk mengurung awak media tersebut. 

"Setelah itu dia mengunci pintu ruangannya untuk mengurung kami dan kuncinya dibuang ke luar jendela," tegas Alex. 

Sehingga atas kejadian tersebut, sekitar pukul 19.00 WIB, pihaknya melaporkan tindakan ZH ke Polres Kepahiang untuk ditindaklanjuti. 

"Kami bertujuh telah sepakat melapor tindakan tersebut ke polres Kepahiang," pungkas Alex. 

Pihaknya berharap personel kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut.

DISCLAIMER: Hingga berita ini ditayangkan Reporter TribunBengkulu.com masih mengupayakan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan. TribunBengkulu.com akan terus mengupdate berita ini.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved