Korupsi Gubernur Bengkulu
KPK RI Perpanjang Masa Penahanan Gubernur Bengkulu Nonaktif Rohidin Mersyah
Masa penahanan Gubernur Bengkulu non aktif Rohidin Mersyah, diperpanjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ri memperpanjang masa penahanan Gubernur Bengkulu non aktif Rohidin Mersyah.
Juru Bicara Bidang Penindakan KPK RI Tessa Mahardhika Sugiarto membenarkan hal ini.
Tak hanya masa tahanan Rohidin Mersyah, hal tersebut juga berlaku bagi Sekda Bengkulu non aktif Isnan Fajri dan Ajudan Gubernur Bengkulu Evriansyah alias Anca.
Ketiganya saat ini tengah tersandung kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pemerasaan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
Kasus tersebut terkait pendanaan pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
"Setelah ditahan 20 hari, akan diperpanjang 40 hari kedepan," jelas Tessa, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com via WhatsApp pada Kamis (12/12/2024).
Tepat pada 13 Desember 2024, masa penahanan 3 tersangka tersebut telah genap 20 hari di Rutan Cabang KPK.
Sebelumnya, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka korupsi pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bengkulu.
Para tersangka telah menyangdang status tersangka terhitung sejak 24 November 2024 sampai 13 Desember 2024.
Sebelumnya, KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah Kantor Pemprov Bengkulu.
Sejumlah ruangan yang digeledah KPK di antaranya yakni, ruang kerja Gubernur Bengkulu, ruang kerja Sekda Provinsi Bengkulu, Kantor Biro Umum Setda Provinsi Bengkulu, kantor Disnakertrans Provinsi Bengkulu, hingga kantor Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu.
KPK RI juga melakukan pemeriksaan terhadap 18 pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu.
KPK Tetapkan Rohidin Mersyah Sebagai Tersangka Korupsi
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai tersangka korupsi pemerasan dan gratifikasi.
| Alasan Kadis PUPR Bengkulu Rela Sumbang Rp500 Juta untuk Kemenangan Rohidin Mersyah di Pilkada |
|
|---|
| Hasil Pemeriksaan Dirut Bank Bengkulu Terkait Korupsi Gubernur Bengkulu Nonaktif Rohidin Mersyah |
|
|---|
| Polisi Kawal KPK Geledah Ruang Kerja Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu |
|
|---|
| Korupsi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, KPK Periksa 18 Pejabat dan Geledah Kantor Pemda Bengkulu |
|
|---|
| Daftar Nama 4 Kepala Dinas yang Terjaring OTT KPK Bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/KPK-Sita-Uang-Dokumen-dan-Bukti-Elektronik-dalam-OTT-di-Bengkulu.jpg)