Jumat, 24 April 2026

Perampokan Bersenpi di Kepahiang

Polisi Selidiki Asal Senjata Api Milik Perampok di Kepahiang Bengkulu, Diduga Rakitan

Pihak kepolisian kini tengan menyelidiki asal senjata api (senpi) yang digunakan perampok di Desa Meranti Jaya, Ujan Mas, Kepahiang Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Tersangka perampokan di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu beserta barang bukti yang berhasil diamankan polisi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Polisi selidiki asal senjata api (senpi) yang digunakan perampok di Desa Meranti Jaya Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Senpi ini berjenis revolver, yang turut diamankan dengan enam butir peluru.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan dugaan awal, senpi ini merupakan senpi rakitan. Namun, untuk mengetahui kepastiannya, pihak kepolisian masih mendalami.

"Dugaan sementara, rakitan. Tapi kita belum bisa pastikan asal senjata ini, apakah dirakit sendiri, atau dibeli dari seseorang," kata Sujud kepada TribunBengkulu.com, Jumat (27/12/2024)

Senpi ini dikuasai oleh EF, yang masuk ruko dan sempat menyekap korban. Saat melarikan diri, EF sempat membuang senpi ini ke tangki air milik warga, namun berhasil ditemukan petugas.

Tiga pelaku perampokan sendiri kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan terus menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Kepahiang.

"Barang bukti beserta saksi-saksi sudah cukup, sehingga para pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ungkap Sujud.

Eksekutor perampokan bersenpi di Meranti Jaya, Ujan Mas, Kepahiang Bengkulu, EF (46 tahun) mengaku sudah dua kali masuk penjara.

Menurut pengakuannya, pelaku EF pernah dipenjara karena merampok sebuah rumah di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

"4 tahun, dipenjara," kata EF kepada TribunBengkulu.com.

Sebelumnya, EF juga pernah dipenjara akibat kasus narkoba. Dari kasus narkoba ini, dia dipenjara selama 1 tahun 6 bulan.

Sementara, senjata api (senpi) jenis revolver yang digunakan saat beraksi di Meranti Jaya diakui bukan milik EF. Dia mengatakan senpi tersebut dipinjam dari salah satu temannya.

"Iya, pinjam," ujar EF.

Baca juga: Melihat Proses Pembuatan Batik Diwo Kepahiang Bengkulu, Karya Budaya di Tangan Pengrajin Perempuan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved