Kamis, 4 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Viral Rombongan Wali Murid Grebek Rumah Kepsek SD di Bogor, Diduga Gegara Penggelapan Dana PIP

Viral di media sosial romobongan walu murid grebek rumah kepala sekolah SD di Bogor, diduga gegara penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Instagram Bogor Terkini
Viral Rombongan Wali Murid Grebek Rumah Kepsek SD di Bogor, Diduga Gegara Penggelapan Dana PIP 

TRIBUNBENGKULU.COM - Viral di media sosial romobongan walu murid grebek rumah kepala sekolah SD di Bogor, diduga gegara penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Kejadain ibu-ibu grebek rumah Kepala Sekolah ini terjadi di wilayah Parungpanjang, Bogor.

Dalam video yang diunggah di akun media sosial Instagram Bogorterkini, nampak rombongan ibu-ibu tengah mendatangi kediaman kepala sekolah.

Nampak pula seorang ibu-ibu yang diketahui bernama Neneng Fadilah berbicara secara gamblang mengenai pokok permasalahan yang ada.

Rupanya, orangtua siswa mendatangi rumah kepala sekolah tersebut lantaran ada indikasi penggelapan dana.

Disebutkan jika, kepala sekolah tersebut diduga telah menyelewengkan uang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Baca juga: Admin Gerindra Langsung Bereaksi, Usai Kepala Sekolah Wajibkan Beli Kotak Nasi Harga Rp 60 Ribu

Hal itu yang membuat Neneng scara tegas menuntut pengembalian dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diduga telah diselewengkan oleh kepala sekolah selama empat tahun berturut-turut, mulai dari tahun 2021 hingga 2024.

"Tadi saya sudah bertanya, tapi bapak diam saja, ternyata duit sudah 3 tahun dipakai," ucapnya dikutip TribunnewsBogor.com, Rabu (1/1/2025).

Pada Selasa siang, kepala sekolah akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan penggelapan dana program pemerintah tersebut. 

Bendahara SDN yang terindikasi menyelewengkan dana KIP, Surya Syarif mengakui kesalahan atas penggunaan dana KIP selama empat tahun terakhir. 

Namun hingga kini, sejumlah orangtua siswa terus berdatangan untuk mengambil dana yang belum diterima.

Elli orangtua siswa lainnya mengungkapkan kekecewaannya. 

Selama tiga tahun, ia belum menerima dana KIP senilai Rp450 ribu per bulan. 

Hal ini membuatnya sangat kecewa terhadap pihak sekolah yang telah menggunakan dana tersebut secara tidak semestinya.

Para wali murid kini berharap agar dana program Kartu Indonesia Pintar segera dicairkan oleh pihak sekolah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved