Viral di Media Sosial
Cerita Panji Surya Sahetapy Ditolak Driver Ojol Gegara Tuli, Isi Chat Tersebar Luas
Sosok Panji Surya Sahetapy mendadak jadi perbincangan hangat usai ditolak driver ojol gegara tuli.
TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Panji Surya Sahetapy mendadak jadi perbincangan hangat usai ditolak driver ojol gegara tuli.
Kejadian berawal saat Surya memesan layanan ojek online dan berakhir ditolak oleh sang pengemudi.
Penolakan oleh driver ojol itu bermula ketika Surya memilih untuk tidak berkomunikasi lewat sambungan telepon, melainkan melalui fitur chat atau percakapan.
Hal itu lantaran Surya memiliki perbedaan cara berkomunikasi seperti orang kebanyakan.
“Saya pakai bahasa isyarat,” tulis Surya memberikan informasi kepada si pengendara, melansir dari TribunnewsMaker.
Namun sayangnya, permintaan Surya itu langsung ditanggapi dengan kurang baik oleh sang pengendara.
Alih-alih menolak dengan baik, pengendara ojol itu malah menyebut Surya dengan sebutan ‘cacat’ yang terkesan merendahkan.
“Maaf saya cancel saya enggak biasa bawa orang cacat,” tulis driver ojek online.
Kendati demikian, Surya memilih untuk tidak menyebarkan identitas si pengendara, meski tetap memajang potongan percakapan lewat media sosial.
“Saya tidak mau memutuskan rejeki orang tapi bapak ini sudah sopan menyampaikan ini,” tulis Surya.
“Makanya saya hilangkan namanya.” lanjutnya.
“Tetapi sudut pandang bapak bahaya/tidak sehat.” sambungnya.
“Makasih sudah cancel karena saya tidak jadi diantar oleh orang yang attitude yang tidak mencerminkan masyarakat dunia pada umumnya. Jadi mental saya pun terjaga,” ungkap Surya.
Kemudian Surya bermaksud untuk memberikan edukasi kepada siapapun, yang mungkin saja, dalam kesehariannya, bersinggungan dengan teman-teman yang memiliki ‘kebutuhan khusus’.
“Usulan untuk @gojekindonesia dan aplikasi transportasi lainnya lainnya, mohon nonaktifkan telfon untuk pengguna Bahasa Isyarat dan Tuli dan infokan driver kalau akun ini pakai bahasa isyaratq.”
“Juga sekalian edukasi driver kalau pengguna bahasa isyarat itu bukan “cacat” tetapi mereka “normal” cuma beda bahasa, budaya dan mode komunikasi saja.”
“Kalau bisa training nya ada simulator ketemu penumpang Tuli dan Bahasa Isyarat jadi biar terbiasa kedepannya.”
“Orang yang “tidak normal” itu: koruptor dan orang yang merugikan negara,” tulis Surya.
Ternyata, keluh kesah Surya lewat media sosialnya itu langsung ditanggapi oleh perusahaan penyedia jasa ojek online itu.
“@gojekindonesia sudah menghubungi via DM. Semoga banget kejadian ini merupakan kali terakhir yang tidak mencerminkan bagi banyak orang.”
“Harapannya customer pengguna bahasa isyarat, Tuli dan Disabilitas dianggap penumpang biasa seperti penumpang non-disabilitas.” lanjutnya.
“Jadi dijemput dan diantar tanpa ada nya judgement,” beber Surya memberikan update.
Sosok Panji Surya Sahetapy
Inilah sosok pria yang berprofesi sebagai guru di Amerika Serikat.
Sang ibu pun begitu bahagia atas sejumlah pencapaian anaknya.
Sosok guru tersebut adalah Surya Sahetapi, anak penyanyi senior Dewi Yull.
Beberapa waktu lalu, Surya Sahetapy tengah menjadi sorotan atas prestasinya.
Diketahui, Surya Sahetapi telah mengitu wisuda S2 di kampusnya, Rochester Instituete of Technology (RIT).
Dalam wisuda terebut, Surya Sahetapy meraih tiga peghargaan yaitu International Student Outstanding Service Award, The Outstanding Graduating Student Award In The Master's Degree dan NTID Graduate College Delegate.
Bangga dengan pencapaian sang anak, Dewi Yull dan sang suami pun langsung ke Amerika mendampingi putranya wisuda.
Dewi yull mengungkapkan rasa bangganya pada sang anak di akun Instagram pribadinya.
Mengenakan pakaian berwarna hitam, Dewi Yull melihat langsung sang putra meraih sederet prestasi yang membanggakan.
Tak sampai situ, Dewi Yull dan Surya Sahetapy pun diundang podcast di KJRI New York atas pencapaian sang putra.
Tak hanya Dewi Yull, mereka yang ada di KJRI New York pun turut bangga dengan pencapaian Surya Sahetapy.
Lebih lanjut, pulang dari Amerika, Dewi Yull mewakili Surya Sahetapy mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Surya Sahetapy mendapat penghargaan sebagai laki-laki tuli Indonesia pertama yang mendapatkan gelar master dalam bidang Pendidikan Tuli di negara lain.
Dikarenakan Surya Sahetapy berada di Amerika, Dewi Yull mewakili sang putra menerima penghargaan tersebut.
"Surya merasa sangat terhormat karena diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai orang laki-laki Tuli Indonesia pertama yang mendapatkan gelar master dalam bidang Pendidikan Tuli di negara lain.
Saya dengan penuh kehormatan menerima penghargaan ini atas nama saya. Penting untuk dicatat bahwa ada kekurangan guru yang signifikan untuk Tuli dan Hard of Hearing di seluruh dunia.
Penghargaan ini didedikasikan untuk semua guru yang dengan teguh berkomitmen pada pertumbuhan dan keberhasilan siswa Tuli dan Kesulitan Pendengaran," tulis Dewi Yull.
Panji Surya Sahetapy
Surya Sahetapy Anak Dewi Yull
Cerita Panji Surya Sahetapy Ditolak Driver Ojol
Driver Ojol
viral di media sosial
| Dugaan Korupsi MBG Rp10 Triliun, Guntur Romli Desak Prabowo Bubarkan BGN: Cacat Sejak Lahir |
|
|---|
| Profil dan Harta Kekayaan Agustina Arumsari Pengganti Sony Sanjaya, Siap Kuliti Aliran Dana MBG |
|
|---|
| Akhirnya Prabowo Buka Suara Soal Dadan Hindayana Dipecat Sekaligus Jadi Tersangka Kasus MBG |
|
|---|
| Sindiran Halus Sony Sanjaya untuk Kepala BGN Baru, Tak Terima Ditangkap Kasus Dugaan Korupsi MBG? |
|
|---|
| Perbandingan Karier Seskab Teddy Vs Dino Patti Djalal, Saling Kritik Terkait Kunjungan Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Cerita-Panji-Surya-Sahetapy-Ditolak-Driver-Ojol-Gegara-Tuli-Isi-Chat-Tersebar-Luas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.