Minggu, 7 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Pilunya Pedagang di Kantin Sekolah Usai Ada Program Makan Bergizi Gratis, Pendapatan Turun Drastis 

Sejumlah pedagang di kantin sekolah mengeluhkan keuntungan mereka menurun akibat adanya program makan bergizi gratis dari pemerintah ini.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Tribunnews
Pilunya Pedagang di Kantin Sekolah Usai Ada Program Makan Bergizi Gratis, Pendapatan Turun Drastis 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sejumlah pedagang di kantin sekolah mengeluhkan keuntungan mereka menurun akibat adanya program makan bergizi gratis dari pemerintah ini.

Salah satunya, Rosul seorang pedagang warung yang menjual beragam makanan di kantin SMP Negeri 61 Jakarta Barat. 

Makanan dagangannya, di antaranya aneka gorengan, nasi dan beberapa lauk, serta kue-kue.

Rosul mengatakan, program MBG di SMP Negeri 61 telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dalam rangka simulasi.

Sejak saat itu, ia mengungkapkan, keuntungan dagangnya sehari-hari berkurang. 

"Biasanya sehari-hari bisa Rp100 ribu untungnya. Nah sekarang menurun, sekarang jadi Rp75 ribu," kata Rosul, kepada Tribunnews.com, Selasa (7/1/2025).

Meski keuntungannya menurun dari sebelum berlangsungnya program MBG, Rosul menuturkan, tidak memusingkan hal itu lantaran untung yang ada masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Selain itu, ia menjelaskan, di SMP Negeri 61, makanan dari program MBG baru sampai di sekolah pada siang hari atau di jam istirahat kedua, yang bersamaan dengan waktu salat Zuhur.

Oleh karena itu, katanya, masih tetap ada sejumlah pelajar yang membeli dagangannya pada jam istirahat pertama.

"Siswa ada yang datang, jajan tetap jajan. Kalau yang ini kan (makan bergizi gratis) datangnya siang, siang kan baru makan di istirahat kedua, nah (dagangan/makanan) saya untuk makan pertama," jelasnya.

"Karena anak-anak seharusnya istirahat kedua kan buat salat, tapi ini sekarang buat makan," lanjut Rosul.

Tak hanya Rosul, Hani (36), seorang pemilik warung yang juga menjual jajanan di sekitar MTs. Al-Ukhuwwah Jakarta Barat mengungkapkan hal senada.

Katanya, keuntungan dagangnya berkurang sekitar 50 persen dari sebelum diberlakukannya program MBG.

"(Untung) berkurang 50 persen. Iya, drastis," ucap Hani, saat ditemui.

Warung milik Hani menjual barang-barang yang dijual di warung kebanyakan. Namun, karena berada di samping sekolah, ia lantas berjualan mi instan dan minuman sachet dengan berbagai macam rasa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved