Minggu, 7 Juni 2026

Opini

Sang Fenomenal Helmi Hasan 1, dari Aktivis Menjadi Gubernur Baru

Pasangan nomor urut 1 ini berhasil mewujudkan tagline Gubernur baru yang digaungkan selama masa kampanye Pilkada 2024.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
TribunBengkulu.com
Momen Gubernur Bengkulu terpilih Helmi Hasan menemui seorang nenek usai mencoblos pada Pilkada 2024 lalu. 

**Catatan Zacky Antony

TRIBUNBENGKULU.COM - INILAH sosok politisi paling fenomenal di Bengkulu saat ini. Moncer di usia relatif muda. Dia disanjung oleh para pendukungnya. Sekaligus dicerca oleh para penentangnya.

Dia dipuji juga dicaci. Tapi pertalian persepsi positif-negatif itu justru menjadi letak kekuatan dan energi utamanya.

Sosok tersebut tidak lain adalah Helmi Hasan. Adik kandung Menko Pangan Zulkifli Hasan yang kemarin (9/1/2025) ditetapkan KPU Provinsi Bengkulu sebagai Gubernur terpilih bersama Mian sebagai wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030.

Pasangan nomor urut 1 ini berhasil mewujudkan tagline Gubernur baru yang digaungkan selama masa kampanye Pilkada 2024. Tongkat dan jenggotnya mengingatkan orang pada H. Agus Salim. Tokoh perjuangan sekaligus diplomat ulung asal Sumbar.

Sangat diperhitungkan di meja-meja perundingan Internasional. Ya, Helmi mungkin satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang bertongkat.

Ada cerita lucu soal tongkat ini. Suatu ketika dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota se Indonesia, Walikota Lubuk Linggau SN.

Prana Sohe (sekarang DPR RI) mendekati Helmi yang bertongkat dan berkata “Sudah berapa lama sakit pak wali.” He he. Maklum, tongkat kerap identik dengan lansia atau orang kena stroke.

Gaya dan cara dia berorasi mencerminkan dirinya berlatarbelakang aktivis. Ya,Helmi dibesarkan di lingkungan HMI.

Organisasi legenderis yang ikut andil dibidani putra Bengkulu, Marwan, mertua dari Walikota terpilih, Dedy Wahyudi. Pendiri utama HMi adalah Lafran Pane.

Dulu dia sering demo di gedung yang di kemudian hari menjadi tempat dia berkantor yakni DPRD Provinsi Bengkulu di Jl. Kapuas Padang Harapan Kota Bengkulu.

Meski bertubuh kecil, Helmi dikenal sangat keras dalam pendirian politik. Tapi sangat lembut kepada keluarga. Penyayang istri dan anak-anaknya.

Perjalanan karir politiknya tidak lepas dari kontroversi. Terutama saat 10 tahun menjabat Walikota Bengkulu. Beberapa kontroversinya antara lain program sholat berjemaah berhadiah.

Ide kontroversial itu sempat menjadi isu nasional dan menuai aksi demo penolakan. Disamping tak sedikit juga yang mendukung.

Dia menapak karir dari bawah. Menjadi anggota DPRD Kota Bengkulu (2004-2009), anggota DPRD Provinsi Bengkulu (2009-2014).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved