Senin, 13 April 2026

Harga Bahan Pokok di Bengkulu

Harga Ayam Potong dan Cabai di Pasar Minggu Bengkulu Kembali Stabil

Harga ayam potong per ekor di Pasar Minggu Bengkulu, masih terpantau normal yakni bekisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per ekor.

Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
Lapak Ayam Potong Milik Sri Mulya di Pasar Minggu Kota Bengkulu, pada Sabtu (11/1/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU- Harga ayam potong per ekor di Pasar Minggu Bengkulu, masih terpantau normal yakni bekisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per ekor.

Salah satu Pedangang Ayam Potong di Pasar Minggu Bengkulu, Sri Mulyani (40), mengatakan hingga kini harga ayam potong normal belum ada kenaikan harga yang signifikan.

"Kalau harga ayam potong sendiri, dari tahun baru kemarin dan hari ini masih normal, untuk ayam utuh yang belum dibersihkan harganya Rp 30 per ekornya. Kalau yang sudah dipotong dan dibersihkan Rp 40 ribu per kilogram," ucap Sri Mulyani, Sabtu  (11/1/2025).

"Setiap hari saya bisa mengambil hingga 50 ekor, tergantung dengan seberapa peminatnya," ujar Sri.

Sri mengatakan, harga asli yang berasal dari agen itu mengalami kenaikan sedikit.

"Iya harganya naik, cuma tidak terlalu tinggi cuma 500 perak," singkatnya.

Baca juga: Pedagang Pasar Minggu Kota Bengkulu Masih Bandel Jualan di Bahu Jalan Segera Ditertibkan

Sementara untuk omset pendapatan,  tak menentu sebab terkadang ada yang laku, kadang tak laku.

"Kalau untuk omset itu, tidak begitu menentu apalagi kita yang berjualan di dalam pasar ini, jarang orang masuk," tutupnya.

Disisi lain harga cabai dan sejumlah bahan pokok di Pasar Minggu Bengkulu, sempat naik pada beberapa waktu lalu kini telah berangsur membaik atau stabil.

Jefri (22) salah satu pedagang di pasar Minggu Bengkulu, menyatakan bahwa harga cabai kini berangsur turun.

"Harga cabai di pasar Minggu Bengkulu, sudah 2 mingguan ini kembali normal, yang sebelumnya sempat melonjak hingga Rp 80 per kilogram. Kini menjadi Rp 45 ribu per kilogram," ujar Jefri.

Ia menjelaskan, turunnya harga cabai dipengaruhi oleh stabilnya pasokan di pasar.

Menurutnya, pasokan mulai normal karena panen di sejumlah daerah kembali stabil sama halnya dengan cabai rawit yang turun, yang sebelumnya sempat di banderol dengan harga Rp 80 ribu per kilogram kini menjadi Rp 55 per kilogram.

Jefri juga memastikan bahwa stok kebutuhan lainnya juga berada di harga yang normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved