Senin, 8 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Heboh Murid Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP Settingan, Prabowo Terlanjur Berikan Beasiswa

Jagat maya dihebohkan dengan kejadian siswa di Medan terpaksa belajar di lantai gegara nunggak SPP rupanya settingan.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/Tribun Medan
Heboh Murid Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP Setingan, Padahal Gerindra Ingin Beri Beasiswa 

TRIBUNBENGKULU.COM - Jagat maya dihebohkan dengan kejadian siswa di Medan terpaksa belajar di lantai gegara nunggak SPP. 

Siswa tersebut diketahui bernama Mahessa. 

Mahessa nunggak SPP sebanyak tiga bulan sejak Oktober, November dan Desember. 

Tunggakan SPP Mahessa diketahui sebanyak Rp 180 ribu. 

Santer kabar, sebelum Kamelia ibu Mahessa berhasil melunasi tunggakan SPP anaknya justru diminta wali kelas untuk belajar di lantai. 

Hal itu sebagai peringatan karena Mahessa menunggak SPP selama 3 bulan. 

Usai kabar ini viral di media sosial Presiden Prabowo Subianto turut angkat bicara  sekaligus memberikan bantuan melalui Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona. 

Ade Jona menyatakan beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis kepada MA dan ibunya, Kamelia, pada Sabtu (11/1/2025). 

"Kami dari DPD Gerindra Sumatera Utara memberikan beasiswa sampai siswa tersebut selesai tamat SMA," kata Ade Jona kepada Kompas.com, Senin (13/1/2025). 

Ade mengatakan langkah ini sejalan dengan fokus Presiden RI yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dalam memperhatikan sektor pendidikan. 

Sayangnya, viideo murid SD yang duduk di lantai diduga tunggak SPP dikabarkan settingan dari orangtua murid. 

Yani, Kakak dari Kamelia (orangtua murid) mengaku video itu setingan dari adiknya. 

Ia juga meminta maaf atas kelakuan adiknya. 

"Sekolah ini tidak pernah bersalah dan sangat membantu. Tidak milih-milih, dapat bantuan dari mana pun. Sekolah swasta ini bagus tidak pernah bermasalah dari dulu," katanya dari video yang diterima Tribun-Medan.com, Senin (13/1/2025) 

"Awalnya anaknya duduk di bangku, itu kan ada CCTV. Pagi-pagi mamaknya manggil, disuruh duduk di bawah. Langsung divideokan mamaknya. Hentikan sosmed TikTok, Facebook sini hadapi semua. Kesalahanya bukan dari guru, tapi emang adekku yang gak tahu diri. Aku mohon maaf ini atas nama keluarga, aku malu ini sama keluarga. Tolong maaf saya dan keluarga," kata Yani menangis disaksikan puluhan wali murid lain.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved