Selasa, 28 April 2026

LSM Gadungan Peras Kades Rejang Lebong

Modus LSM Wartawan Gadungan Peras Kades di Rejang Lebong Bengkulu

Ini Modus LSM dan Wartawan Gadungan di Rejang Lebong Peras Kades, Bahas Kegiatan Desa.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
Kolase HO TribunBengkulu.com
Tampang pria yang mengaku sebagai LSM dan wartawan kemudian peras sejumlah kades di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. 

"Sudah banyak yang melapor kena sama dia, banyak kades lain. Bukan hanya di kecamatan atas saja tapi bahkan ada juga di wilayah Curup," kata Suryono. 

Baca juga: Kronologi Penangkapan LSM Wartawan Gadungan Peras Kades di Rejang Lebong Bengkulu, Kena OTT

Kronologi Penangkapan

Kronologi penangkapan Herison (45), LSM dan wartawan gadungan peras kades, warga Desa Apur Kecamatan Sindang Beliti Ulu.

Pria paruh baya ini melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah kepala desa dengan modus ancaman.

Meminta sejumlah uang dengan alasan tutup mulut kepada kades dengan nominal uang jutaan rupiah. 

Herison ditangkap pada Rabu (15/1/2025) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan polisi.

Saat itu Unit Intel Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) mendapatkan informasi ada kades diancam oknum yang mengaku LSM dan wartawan. 

Kades tersebut telah menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta pada Sabtu (11/1/2025) lalu.

Setelah itu, informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Kemudian diketahui ada sejumlah kades lainnya yang juga telah didatangi pelaku dan diminta sejumlah uang.

Bahkan ada yang mencapai Rp 15 juta.  

Mengetahui hal tersebut Unit Intelkam Polsek PUT bersama para kades melakukan upaya tangkap tangan.

Selanjutnya pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rejang Lebong.

Kapolsek PUT Iptu Imam Dipsa Maulana mengatakan, saat ini pelaku masih di Mapolres Rejang Lebong untuk pemeriksaan lanjutan.

Termasuk menunggu hasil gelar perkara yang dilakukan. 

"Masih diperiksa, untuk prosesnya masih menunggu hasil gelar perkara," ucap kapolsek. 

Kapolsek mengatakan, untuk jumlah korban yang mengalami pemerasan dari pelaku masih belum diketahui.

Namun sejauh ini, ada 4 kades yang mengaku pernah didatangi pelaku dan dimintai sejumlah uang. 

"Tapi kita masih belum menerima secara utuh informasinya, masih dalam pengembangan," kata kapolsek. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved