Jumat, 24 April 2026

Kasus Pembunuhan Aktor Sandy Permana

Pengakuan Nanang Gimbal Bunuh Sandy Permana di Jalan, Korban Ditusuk Berkali-kali 

Pengakuan Nanang Gimbal bunuh aktor Sandy Permana di jalan Cibarusah pada Minggu (12/1/2025) pagi. 

Editor: Rita Lismini
Istimewa
Foto Nanang Gimbal dan Sandy Permana. Pengakuan Nanang Gimbal Bunuh Sandy Permana di Jalan, Korban Ditusuk Berkali-kali  

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan Nanang Gimbal bunuh aktor Sandy Permana di jalan Cibarusah pada Minggu (12/1/2025) pagi. 

Diketahui, Sandy ditemukan bersimbah darah di Jalan akibat luka tusuk senjata tajam di sekujur tubuhnya. 

Diantaranya, leher, dada, perut, kepala, mata pelipis kiri hingga punggung kiri. 

Sejak Sandy Permana dikabarkan tewas akibat pembunuhan tersebut kejadian yang sebenarnya pun turut menjadi misteri. 

Bahkan, sempat beredar kabar bahwa aksi pembunuhan itu terjadi usai Sandy Permana bertemu seseorang di danau yang diduga Nanang Gimbal. 

Kini, kejadian tragis itu akhirnya terungkap melalui pengakuan Nanang Gimbal dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/25). 

Melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya kronologi pembunuhan tersebut terungkap.

"Pelaku atau tersangka sakit hati karena merasa direndahkan oleh korban dengan cara melihat ke arah tersangka secara sinis dan korban meludah ke arah tersangka," terang  Kombes Wira Satya dikutip dari Kompastv, Kamis (16/1/25). 

Nanang Gimbal yang merasa tak terima  tersebut muncul lah niat jahat untuk membunuh Sandy. 

Nanang menyerang Sandy yang masih berada di atas motornya.

Tanpa ragu, Nanang menusuk bagian perut Sandy dengan pisau tersebut.

“Modus operandi daripada pelaku dengan cara menusuk ke bagian perut kiri korban sebanyak dua kali dalam posisi korban masih berada di atas motor,” ujar Wira.
 
Sandy sempat memberikan perlawanan. Namun, Nanang kembali menusuk Sandy beberapa kali.

“Tersangka tetap berusaha melukai korban dengan cara menusuk kembali ke arah pelipis kiri, kepala korban satu kali, dada korban satu kali, kemudian leher korban satu kali,” kata Wira.

Sandy yang sudah kehilangan banyak darah akhirnya berlari untuk menyelamatkan diri dari serangan. 

Namun, Nanang tetap mengejar dan kembali menusuk punggung korban sebanyak satu kali.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved