Senin, 8 Juni 2026

Menteri Kabinet Prabowo

Anak Mantan Rektor UI, Ini Sepak Terjang Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi

Nama Satryo Soemantri Brodjonegoro memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan di Indonesia.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Kompas.com
Kolase foto Satryo Soemantri. Anak Mantan Rektor UI, Ini Sepak Terjang Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama Satryo Soemantri Brodjonegoro memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan di Indonesia.

Ada banyak sekali perjalanan yang ia lewati khususnya di bidang pendidikan. 

Dari berbagai rekam jejaknya di dunia pendidikan, presiden Prabowo Subianto menunjuk Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Rupanya Satryo Soemantri Brodjonegoro merupakan anak dari Profesor Soemantri Brodjonegoro, mantan Rektor Universitas Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1973.

Salah seorang adiknya, Profesor Bambang Brodjonegoro pernah menjabat menteri di beberapa kementerian pada masa Presiden Joko Widodo.

Satryo menikahi Silvia Ratnawati.Pasangan ini memiliki seorang dua orang anak,salah satunya bernama Diantha Soemantri yang diangkat sebagai guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada umur 42 tahun.

Sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro

Melansir dari laman Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Satryo Soemantri Brodjonegoro lahir di Delft, Belanda pada 5 Januari 1956.

Ia merupakan lulusan Ph.D di bidang teknik mesin University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) pada 1985.

Setelah itu, Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi dosen Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada tahun 1992, Satryo dipilih sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB saat mengawali implementasi dari proses self evaluation pada jurusan tersebut.

Belakangan, proses ini diadopsi oleh ITB dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Di bawah kepemimpinanya, pembaharuan pendidikan tinggi Indonesia mulai pada Desember 2000 saat institusi pendidikan tinggi yang besar diubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Di dunia pendidikan Indonesia, nama Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah nama yang tidak asing lagi.

Selama pengabdiannya di dunia pendidikan Indonesia, Satryo telah menghadapi berbagai masalah dan rintangan dalam usahanya memajukan pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Harta Kekayaan Budi Gunawan, Eks Kepala BIN Disebut Jadi Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved