Minggu, 7 Juni 2026

Wabah PMK di Bengkulu

Kasus PMK Ditemukan di Kota Bengkulu, 14 Ekor Sapi Terjangkit, Peternak Diminta Waspada

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak ditemukan di Kota Bengkulu baru-baru ini di awal 2025.

Tayang:
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi. Kasus PMK masuk Kota Bengkulu baru-baru ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak ditemukan di Kota Bengkulu baru-baru ini di awal 2025.

Terakhir kasus PMK yang menyerang sapi di Kota Bengkulu tercatat pada tahun 2022, yaitu ada 15 ekor sapi terjangkit, 1 di antaranya mati.

Dikatakan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, serangan pertama kali muncul sekitar 5 hari lalu.

Untuk di Provinsi Bengkulu, berdasarkan laporan, sudah ada kabupaten yang ditemukan kasus PMK.

"Pecah telur di Januari ini, kita mendapatkan laporan tanggal 15 itu di Panorama adanya suspek PMK. Sorenya kita langsung turun ke lapangan untuk pengecekan ternyata benar," ungkap Henny.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap hewan tersebut, lanjut Henny, sapi yang sakit mengarah pada penyakit mulut dan kuku.

"Dari sampel yang kita ambil, memang mengarahnya itu sudah jelas, karena mulutnya udah melepuh dan mengeluarkan cairan, begitu juga kakinya sudah rusak dan luka," jelasnya.

Namun untuk memastikan dan pengecekan lebih lanjut, suspect hasil sampel PMK dikirim ke Balai Veteriner Lampung.

"Suspect PMK dari situ kita ambil sampelnya dan sorenya juga udah berangkat ke Lampung. Kita masih menunggu hasilnya. Tapi saya yakin itu positif karena ciri-cirinya sudah merujuk ke penyakit itu," kata Henny kepada TribunBengkulu.com.

Henny menambahhkan, sudah ada 14 ekor sapi di Kota Bengkulu yang terjangkit penyakit mulut dan kuku.

"Ada 14 ekor sapi yang terjangkit, satu kandang itu sudah kena semua," ujar Henny.

Henny menjelaskan, awal mulanya kasus PMK masuk ke Kota Bengkulu. Berawa saat peternak membeli dua ekor sapi dari kabupaten tetangga, yang saat itu sedang outbreak kasus.

"Peternak ini, tidak tahu kalau di sana sedang outbreak kasus. Dan dia belinya, bagi dia itu sehat, tetapi tiga hari kemudian sapi miliknnya menunjukan gejala seperti mulutnya berliur-liur, termasuk juga sapi pribadi miliknya juga terkena," beber Henny.

Saat ini pihaknya telah melakukan pengobatan pada hewan yang terinfeksi.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang, dan tidak membeli ternak dari daerah yang terinfeksi," imbuh Henny.

Baca juga: Praktisi Wisata Bengkulu Angkat Bicara soal Wacana Bumi Rafflesia Jadi Bumi Merah Putih

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved