Kamis, 11 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Siapa Kholid? Nelayan Viral Punya Wawasan Luas dan Cerdas saat Debat Soal Pagar Laut di Tangerang

Kholid diketahui vokal menolak pembangunan pagar laut di Tangerang lantaran berimbas kepada para nelayan.

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Nelayan Kholid (kiri) dan Pagar Laut (Kanan). Siapa Kholid? Nelayan Viral Punya Wawasan Luas dan Cerdas saat Debat Soal Pagar Laut di Tangerang 

TRIBUNBENGKULU.COM -  Siapa sosok Kholid nelayan viral di media sosial instagram hingga tiktok lantaran wawasan luas ketika debat mengenai pagar laut sepanjang 30 Km di Tangerang

Kholid diketahui vokal menolak pembangunan pagar laut di Tangerang lantaran berimbas kepada para nelayan.

Salah satu kerugian dialami Kholid nelayan dari desa Krojo mengaku pendapatan turun dratis akibat pagar laut tersebut.

"Ketidaksetujuan terkait pemasangan pagar laut di Tangerang. Otomatis banyak kerugian dengan saya," ujar Kholid melansir dari youtube Indonesian Lawyer Club (ILC), Minggu (19/1/2025).

Kholid mengaku sempat ditelpon oleh seorang meminta untuk tidak mengurusi masalah di Tangerang.

Ucapan pria bak ancaman membuat Kholid mengingat sebuah buku yang pernah dibaca berjudul Logika Penjajah  karya Yai Midi."Dalam isi buku tersebut persis seperti kata penelpon tersebut ke saya, kamu orang Serang nggak boleh urusi Tagerang," tuturnya.

Baca juga: TERJAWAB Siapa Pemilik Pagar Laut Sepanjang 30 KM di Tangerang, Ini Sederet Fakta Baru 

Pahadal menurut Kholid, sebagai seorang nelayan tidak boleh berfikir parsial lantaran  itu merupakan ciri-ciri penjajah.

"Penjajah itu punya pandagan persial, kita tidak boleh menolong tetangga yang sedang dijajah, begitu juga di laut, ketika Tangerang menangis, orang serang menangis, artinya ketika saya ngomong dampak yang berbahaya bagi nelayan di laut pemagaran laut,"jelasnya.

Kholid pun menganalogikan pemasangan pagar laut di Tangerang seperti kedaulatan negara dicaplok korporasi.

"Saya melawan, kehidupan saya sebagai nelayan dikelola korperasi, sampe kiamat anak cucu saya miskin, karena saya hanya dijadikan objek, dia yang mengelola,"bebernya.

"Karena korporasi selalu berbicara untugn dan rugi, tapi tidak mementingkan keadilan bagi rakyat, kami tidak merasakan itu,"ujarnya.

Diduga Dibangun Grup Ini

Sebelumnya, nelayan asal Serang utara, Banten, bernama Kholid, "keceplosan" menyebut nama pelaku pemagaran laut di perairan Tangerang.

Awalnya, Kholid menanyakan kepastian undang-undang mengenai pengaturan kelautan berkaitan dengan adanya pagar misterius sepanjang 30 kilometer.

Ia menegaskan, segala hal berkaitan dengan pemanfaatan ruang laut, harus mengantongi izin. Sekalipun, pemanfaatan itu dilakukan oleh masyarakat setempat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved